|
Harus melakukan firman-Nya.
Di dalam hidup ini ada tiga hal yang harus kita perhatikan dan
bedakan dengan tepat: (a) apa yang ingin kita lakukan, (b) apa
yang dapat kita lakukan, dan (c) apa yang harus kita lakukan.
Kadang kita gagal membedakan ketiganya dan justru
menggabungkannya. Kita lalai melakukan apa yang harus kita
lakukan dan hanya memimpikan apa yang ingin kita lakukan (namun
tidak dapat kita lakukan).
Iri hati dan ketidakpuasan bersumber dari selisih antara apa yang
ingin kita lakukan dan apa yang dapat serta harus kita lakukan.
Kita menggerutu karena tidak bisa menerima kenyataan bahwa
inilah yang dapat dan harus kita lakukan; kita tidak puas sebab
kita membandingkannya dengan apa yang ingin kita lakukan. Firman
Tuhan menyebut sikap seperti itu, "mengejar angin" yaitu suatu
kesia-siaan (ayat 4). Pengkhotbah mencatat suatu tindakan
kesia-siaan yang lainnya di bawah kolong langit (ayat 7). Yaitu,
seseorang yang "mengejar harta benda" (ingin kaya). Namun,
ketika tua ia sadar bahwa ia tidak dapat menikmati kekayaannya
itu. Sayang sekali, karena yang harus ia kerjakan di masa
mudanya mungkin justru tidak dilakukannya. Sebenarnya semua ini
bisa diubah. Kita mulai dari apa yang harus kita kerjakan.
Yaitu, melakukan kehendak Tuhan. Saat kita bersedia mengerjakan
kehendak Tuhan maka Tuhan akan memampukan kita melaksanakannya.
Sehingga kita dapat mengerjakan kehendak Tuhan itu oleh karena,
kita terus-menerus mencari kehendak-Nya.
Sewaktu muda seorang pendeta terkenal dari Amerika, Billy Graham
menerima banyak tawaran untuk bekerja di bidang umum dan
adakalanya beliau tergoda untuk mengalihkan hatinya dari
panggilan Tuhan dalam hidupnya. Namun puji Tuhan, beliau setia
pada panggilan-Nya dan akhirnya beliau menyadari bahwa tugas
yang Tuhan embankan padanya adalah menjadi pemberita Injil.
Itulah yang harus, dapat, dan, ingin dilakukannya! Bagaimana
dengan kita?
Renungkan:
Mulailah dari yang harus dilakukan, yaitu melaksanakan firman-Nya.
Anda pasti dapat dan ingin melakukan yang terbaik.
|