|
Pilihan berhikmat.
Pemuda itu memiliki segalanya. Ayahnya seorang pemilik pabrik
susu yang besar di Amerika dan waktu ia lulus sekolah, ayahnya
memberi hadiah berdarma-wisata keliling dunia. Pada masa
belianya itulah, ia menerima panggilan Tuhan untuk melayani-Nya.
Untuk mempersiapkan dirinya, ia memutuskan untuk kuliah terlebih
dulu di Univ. Yale, Amerika. Setelah tamat ia menetapkan hati
untuk menjadi misionaris. Ayahnya dan beberapa perusahaan
menawarkan pekerjaan dengan posisi yang bagus, tetapi semua
ditolaknya. Dalam perjalannya menuju ladang misi, ia meninggal
dunia karena sakit. Di Alkitabnya ditemukan tiga pernyataan yang
mencerminkan sikapnya dalam mengikut Tuhan "Tidak goyah! Tidak
ada pilihan lain! Tidak menyesal!"
Memilih bekerja di bidang rohani daripada bekerja dalam bidang umum
dengan gaji besar sering dipandang oleh dunia tidak berhikmat.
Perbedaan cara pandang ini disebabkan pandangan dunia tentang
hikmat berbeda dengan pernyataan Alkitab (Ams. 1:7 ; 8:35).
Hikmat menurut Alkitab lahir dari takut akan Tuhan, sementara
hikmat dari dunia berasal dari pengetahuan manusia. Hidup takut
akan Tuhan menuntun kita untuk dapat membedakan jalan kepada
kebinasaan atau menuju hidup (ayat 10:2,12).
Setiap hari kita dihadapkan pada pilihan yang sulit yaitu melakukan
pilihan berhikmat untuk hidup dalam kehendak-Nya atau hidup
menurut hikmat diri sendiri dan hikmat dunia.
Renungkan:
Memilih untuk melayani Tuhan terasa sulit jika kita tidak
berfokus pada kehendak Tuhan dan lebih mendengarkan hikmat
dunia.
|