|
Mempertahankan hidup kudus.
Sejak Sutinah dibaptis, ia dengan setia bersaat teduh, berdoa
dan membaca Alkitab setiap hari. Menurutnya firman Tuhan
memberinya petunjuk tentang apa yang harus dilakukannya setiap
hari. Sutinah diubahkan Tuhan dalam kebiasaan jelek mengumpat
dan merajuk. Ia tidak lagi berbohong dan memfitnah. Hidupnya
berubah menjadi kudus!
Hidup kudus adalah anugerah Tuhan. Hidup kudus merupakan akibat
perubahan status dari orang belum percaya menjadi anak Tuhan dan
menjadi dasar hidup orang percaya. Orang percaya ialah orang
yang sudah dilahirkan baru dengan benih kekal, yaitu firman
Tuhan yang menguduskannya (ayat 1:23). Namun, kekudusan ini bisa
dinodai dengan perbuatan dosa yang sewaktu-waktu dilakukan!
Setelah seseorang menjadi anak Tuhan, ia masih bisa jatuh ke
dalam dosa karena tidak taat atau tidak waspada. Itu sebabnya,
Petrus menasihati umat Tuhan agar mereka lebih bersungguh-sungguh
saling mengasihi dengan sepenuh hati. Kasih Tuhan akan mencegah
kita untuk memanfaatkan orang lain demi kepentingan, kepuasan,
dan egosentrisme. Kasih Tuhan seharusnya mendorong kita untuk
dengan tegas membuang segala dosa yang menyakiti hati Tuhan
maupun sesama (ayat 2:1). Sumber kekuatan untuk dapat tetap
hidup kudus adalah firman Tuhan. Firman Tuhan itu kekal sampai
selama-lamanya, tidak berubah dan sekaligus menjadi sumber yang
tidak habis-habisnya mengisi kehidupan orang-orang percaya (ayat
24-25).
Menjadikan firman Tuhan sebagai "minuman rohani" seperti bayi yang
membutuhkan susu adalah cara untuk tetap memelihara kemurnian
iman dan menumbuhkan kekuatan rohani kita (ayat 2:2). Dengan
cara demikian, kita mampu menghadapi segala kejahatan, tipu
muslihat, kedengkian dan fitnah (ayat 1). Anak Tuhan yang telah
mengecap kebaikan Tuhan pasti memiliki dorongan kuat untuk
terus menikmati dan melakukan firman Tuhan sepanjang hidupnya
(ayat 3).
Ingat:
Jika kasih Yesus dan firman kebenaran Tuhan sungguh mendiami
hati kita, kita akan bertumbuh menyerupai Yesus.
|