|
Iman sejati adalah percaya kepada rencana Tuhan.
Jim dan Elizabeth Elliot bersama seorang putrinya pergi menjadi
utusan Injil ke Equador, Amerika Selatan. Dalam sebuah kunjungan
ke pedalaman, Jim dan beberapa rekannya dibunuh oleh penduduk
asli. Niat Elizabeth Elliot untuk memberitakan Injil tidak surut
sehingga ia memutuskan masuk ke daerah pedalaman tersebut untuk
meneruskan pekerjaan yang telah dirintis almarhum suaminya. Ia
melayani Tuhan di sana dan akhirnya, orang yang membunuh
suaminya pun menjadi anak Tuhan.
Dalam hidup ini ada banyak hal yang terjadi namun, sedikit yang
mampu kita pahami. Seberapa pun kepandaian manusia memahami
semua ilmu pengetahuan dan mampu menciptakan berbagai alat yang
berguna bagi kehidupan, tetap ada banyak peristiwa hidup yang
tak terselami. Keterbatasan tersebut disebabkan Tuhan yang
mengatur kehidupan manusia dan di "tangan-Nyalah" nafas semua
makhluk hidup. Firman Tuhan menyatakan "Sebagaimana engkau tidak
mengetahui jalan angin, demikian juga engkau tidak mengetahui
pekerjaan Allah" (ayat 5). Pekerjaan Tuhan terhadap dunia ini
tak terselami, seperti kita juga tidak mampu mengatur
pertumbuhan benih yang kita tabur di tanah (ayat 6) ataupun
memahami gerakan alam semesta ini (ayat 3). Adakalanya kita lupa
bahwa kita bukanlah pusat dari alam semesta; melainkan kehidupan
kita di dunia ini hanyalah bagian kecil dari rencana Tuhan yang
besar. Oleh karena itu, berbahagialah mereka yang memercayai
Tuhan dalam segala lakunya (ayat 8).
Namun, ada satu penghiburan bagi kita anak-anak-Nya yaitu Tuhan itu
kasih. Jika Ia bukanlah Tuhan yang kasih maka Ia tidak akan mau
menjadi manusia untuk mengorbankan diri-Nya di kayu salib dan
membayar hukuman atas dosa kita. Sebenarnya, Tuhan tidak harus
menjadi manusia, tetapi Ia memilih untuk melakukan semua itu
demi kasih-Nya kepada kita. Kendati Ia mengijinkan sesuatu yang
buruk menimpa kita bukan berarti rancangan-Nya yang indah untuk
hidup kita akan gagal.
Renungkan:
Iman sejati berarti memercayai rencana Tuhan tetap yang terbaik
bagi hidup kita pada saat kita sedang menderita.
|