|
Menang dalam penderitaan.
Konteks bagian sulit ini adalah menjadikan hidup Tuhan Yesus
teladan dan sumber ketahanan orang Kristen ketika harus
menderita karena kebenaran. Konteks ini perlu kita jadikan
tempat beranjak untuk mengerti ayat-ayat sulit yang diapitnya.
Penderitaan dan kematian Kristus tidak saja merupakan sumber bagi
keselamatan kita, tetapi juga menjadi teladan yang harus kita
tiru. Ia rela menderita bahkan berkorban bagi orang-orang yang
tidak benar, meski diri-Nya benar adanya. Tubuh-Nya dapat
dibunuh, tetapi roh-Nya tidak (ayat 18). Itu sebab, Ia bangkit,
naik ke surga dan dari sana memerintah segala sesuatu (ayat 22).
Kesediaan Kristus untuk menderita dan kemenangan-Nya ini menjadi
motif dan kekuatan bagi orang kristen yang menderita. Berarti
apa yang ingin ditekankan Petrus dari Kristus ialah teladan,
kemenangan dan dampak positif kematian-Nya.
Bagian ini tidak mengajarkan bahwa sesudah kematian orang masih
berkesempatan untuk bertobat dan diselamatkan. Petrus ingin
menegaskan bahwa bahkan pada saat kematian-Nya, Kristus menang
sebab roh-Nya tidak mati, tetapi bebas dan mewartakan
kemenangan-Nya. Tentang arti bagian sulit ini, ada empat
pendapat. Pertama, roh-roh terpenjara itu adalah anak-anak Allah
dan mereka yang jatuh ke dalam dosa. Kedua, proklamasi yang
Kristus lakukan mirip tugas Nuh yang mengajarkan orang-orang
zamannya untuk bertobat. Ketiga, roh-roh tersebut adalah
orang-orang pilihan Allah yang belum sempat mendengar Injil.
Keempat, roh-roh tersebut adalah orang-orang Yahudi yang
terpenjara oleh Taurat dan menanti-nantikan Mesias. Entah
tafsiran mana yang tepat, yang pasti tidak ada kekuatan apa pun
dapat menghentikan kemenangan dalam dan menurut Kristus. Dengan
mengacu kepada Tuhan Yesus, Petrus ingin mengorbankan harapan di
dalam mereka yang sedang menderita karena Dia. Ia menang dalam
kematian-Nya, mereka pun demikian.
Renungkan:
Kematian-Nya menghapuskan kuasa dosa. Kebangkitan-Nya
mengalahkan kuasa maut. Karena itu, bagi orang Kristen,
menderita demi kebenaran adalah jalan menuju kemenangan.
|