|
Tugas penatua gereja.
Jabatan tertentu di kantor swasta/instansi pemerintah sering
menjadi rebutan karena jabatan tersebut biasanya disertai
berbagai fasilitas yang menarik dan menjanjikan keuntungan
materi. Namun, apakah rebutan ini berlaku bagi jabatan penatua
di gereja? Jawabannya bisa ya dan tidak. Jawabannya ya bila sang
penatua salah mengartikan makna jabatan penatua itu. Sebaliknya
tidak bila ia memahami arti jabatan penatua. Oleh karena itu,
mari kita mempelajari tulisan Petrus dalam nas ini.
Jabatan sebagai penatua berarti ia melakukan pengawasan dalam
kegiatan gereja, memberikan perintah untuk kepentingan jemaat
dan menjadi teladan bagi jemaat dalam hidup kudus. Gereja
mula-mula menggangap jabatan penatua adalah posisi yang agung,
sehingga mereka memberikan penghargaan kepada penatua yang
dianggap bijaksana dan dilanjutkan oleh beberapa gereja pada
masa kini. Dengan demikian, seorang penatua memiliki
tanggungjawab yang besar terhadap Tuhan dan jemaat, dan
diharapkan menjadi contoh yang baik. Petrus memberikan nasihat
tentang dua ciri khas penatua yang bijaksana (ayat 1), sbb.:
Pertama, mereka menyadari bahwa yang "digembalakan" adalah
"domba-domba" milik Tuhan dan bukan milik mereka sendiri
sehingga mereka melakukan tugasnya dengan sukarela dan bukan
karena terpaksa (ayat 2b). Kedua, mereka harus memfokuskan diri
kepada apa yang bisa mereka berikan kepada jemaat dan bukan
mencari keuntungan diri sendiri (ayat 3). Itulah sebabnya,
penatua harus menjadi teladan bagi para pemimpin Kristen
lainnya, menunjukkan wewenang yang didasarkan atas pelayanan
kepada Tuhan dan bukan karena keinginan untuk berkuasa.
Penghargaan penatua dalam kesetiaan pelayanannya ini dinyatakan
kelak oleh Yesus Kristus (ayat 4).
Jika Tuhan dan jemaat memercayakan jabatan kepemimpinan di gereja
bagi Anda, itu berarti kesempatan untuk memberi yang terbaik
kepada Tuhan dan orang percaya.
Renungkan:
Jadilah pemimpin yang menyenangkan Tuhan dan bukan untuk mencari
pujian dari manusia.
|