|
Hiduplah dengan-Nya di sini!
Dalam khotbah perpisahannya, seorang hamba Tuhan tua mengadakan
kilas balik kehidupannya, dan setiap akhir penggalan peristiwa
yang dilaluinya, ia mengakhiri dengan sebuah pernyataan, "Dan Ia
pun ada di sini." Apa maksudnya? Tuhan berada di dalam setiap
peristiwa yang terjadi dalam kehidupannya. Tuhan tidak pernah
meninggalkan atau membiarkan hamba Tuhan itu sendirian.
Kewajiban kita bukanlah mengetahui maksud-Nya atas semua yang
terjadi pada hidup ini melainkan, memercayai-Nya kendati kita
tidak senantiasa memahami perbuatan-Nya.
Nas ini merupakan ungkapan hati penulisnya yang sedang dilanda
"topan pencarian" makna hidup. Si penulis diduga adalah Raja
Solomo yang telah berupaya menemukan apakah makna hidupnya,
tetapi akhirnya ia harus menemui kekecewaan. Ia tidak dapat
memahami makna hidupnya sebab hidup terlalu luas untuk bisa
dimengerti. Di akhir pencariannya, Raja Salomo tidak berpura-pura
telah menemukan semua jawaban atas segala yang terjadi dalam
hidupnya namun, sebagai kesimpulannya ia memberikan satu nasihat
yang sarat hikmat, "Takutlah akan Allah dan berpeganglah pada
perintah-perintah-Nya karena ini adalah kewajiban setiap orang"
(ayat 12:13). Bagi Raja Salomo, inilah awal dan akhir dari
hikmat. Akhir hikmat bukan berarti akhir kehidupan. Bagi orang
Kristen kematian bukanlah akhir dari mata rantai kehidupan ini,
melainkan ada Tuhan yang harus kita temui. Tidak ada lagi yang
akan tersembunyi di hadapan-Nya karena semua perbuatan kita
sewaktu hidup di dunia ini akan tersingkap (ayat 14).
Hidup kita berawal dari Tuhan dan berakhir pada Tuhan. Akan tetapi,
jangan khawatir terhadap penghakiman Tuhan sebab kematian Tuhan
Yesus telah menebus kita dari kerajaan maut menuju hidup kekal.
Renungkan:
Sewaktu kita menoleh pada peristiwa di masa lalu, Tuhan ada di
situ dan saat kita memandang ke depan Ia ada di sana. Jadi,
tidak perlu takut menghadapi semua persoalan dan peristiwa hidup
ini karena Tuhan di sini.
|