|
Pendatang di dunia, ahli waris di surga.
Selama hidup di dunia ini, anak-anak Tuhan tidak akan lepas dari
masalah dan penderitaan. Namun, anak-anak Tuhan sejati tidak
akan tenggelam dalam berbagai percobaan hidup ini sampai
berputus asa, apalagi murtad. Tidak sama sekali! Karena
anak-anak Tuhan memiliki pengharapan akan kepastian keselamatan!
Di dunia ini kita boleh hidup menderita, tetapi di surga kelak,
kebahagiaan kekal menanti. Puji Tuhan!
Petrus menaikkan doa ucapan syukur untuk umat Tuhan yang tinggal di
wilayah Asia Kecil oleh karena sebagai orang-orang yang sudah
dikuduskan oleh Roh melalui darah Yesus (ayat 2), mereka adalah
ahli waris surgawi (ayat 4). Sebagai orang-orang yang sudah
menerima keselamatan di dalam Yesus Kristus, mereka akan
dipelihara oleh kekuatan Tuhan sendiri sampai akhir zaman (ayat
5). Oleh sebab itu, nasihat Petrus kepada mereka adalah supaya
mereka bersukacita sekalipun dalam hidup di dunia ini mereka
menderita (ayat 6). Petrus juga menjelaskan bahwa tujuan Tuhan
mengizinkan penderitaan kepada umat-Nya adalah bukan untuk
menjatuhkan mereka sebaliknya, untuk membuktikan kesejatian iman
mereka. Iman yang sejati pasti teruji dengan baik. Ibarat emas
yang dimurnikan oleh api dan segala kotorannya akan terbakar
habis sehingga emas itu akan tampil cemerlang. Demikian juga
ketika iman anak Tuhan diuji oleh penderitaan maka hasilnya anak
Tuhan akan muncul sebagai pemenang (ayat 7).
Bukti seperti apa yang harus dinyatakan oleh anak-anak Tuhan tentang
kesejatian imannya? Pertama, tetap setia dan tidak menyangkal
Tuhan dalam segala situasi. Kedua, tetap mempraktikkan kasih
Tuhan kepada orang lain, bahkan kepada orang-orang yang
menganiaya kita.
Renungkan:
Iman, pengharapan, dan kasih. Iman mendasarkan diri pada karya
penebusan Tuhan bagi umat-Nya di kayu salib dan kebangkitan-Nya
dari maut. Pengharapan memampukan kita melihat ke depan kepada
janji surgawi. Kasih diwujudkan dalam tindakan hidup sehari-hari
menantang kejahatan demi untuk membangun sesama manusia dalam
dunia ini.
|