|
Penderitaan memperdalam kerohanian.
Ayat 1 mudah disalahfahami, seolah Petrus mengajarkan bahwa
penderitaan melepaskan orang dari dosa, atau bahwa tubuh adalah
letak kedudukan dosa. Jika kita pernah berpandangan demikian,
sadarilah bahwa ajaran itu tidak alkitabiah. Alkitab tidak
pernah mengajarkan bahwa tubuh jahat adanya dan bahwa
keselamatan harus dengan jalan menyiksa tubuh. Oleh karena itu,
orang Kristen tidak perlu memegang anggapan negatif tentang
tubuh, materi atau unsur dunia lainnya.
Setelah di bagian sebelumnya ini ia menjadikan penderitaan Kristus
sebagai teladan orang beriman, kini ia menjelaskan apa arti
penderitaan dalam hidup rohani orang beriman. Jika seseorang
telah berani menanggung penderitaan badani karena kebenaran,
berarti orang itu sedang membayar harga demi keinginannya untuk
hidup kudus. Dengan kata lain, Petrus kini mendorong orang-orang
percaya untuk berjuang demi kekudusan sampai ke resiko
menanggung penderitaan badani (ayat 2). Ketika seseorang masuk
ke dalam anugerah Tuhan, orang itu harus meninggalkan masa lalu
hidup berdosanya, apa pun resiko yang harus dipikul (ayat 3,4).
Nah, bila kita telah memiliki sikap sedemikian, kekuatan daya
tarik dosa sudah teramat lemah atas kita!
Ayat 6 sulit dipahami sebab mirip dengan ayat 3:19,20, tetapi
berbeda maksud. Di ayat 5, Petrus sudah menyinggung soal orang
hidup dan orang mati, semua akan dihakimi Tuhan. Di ayat 6 ini
Petrus menyebut tentang orang-orang yang (karena imannya)
dihakimi dan dihukum mati. Seperti halnya Kristus, orang beriman
tersebut dapat dimatikan tubuhnya, tetapi tidak rohnya. Maksud
Petrus, penilaian terakhir kualitas hidup orang tidak dapat
diukur secara badani atau duniawi, tetapi harus dari prinsip
kebenaran Tuhan dalam firman-Nya. Selain itu, ia kini
menggemakan ajaran Yesus bahwa kita tidak perlu takut orang
membunuh tubuh kita, sebab mereka tidak dapat mencelakan roh
kita.
Untuk dilakukan:
Manusia dapat membunuh tubuh kita, tetapi tak ada kekuatan
sebesar apa pun dapat merebut iman kita atau memisahkan kita
dari kasih Tuhan.
|