|
Takut akan Tuhan hasilnya berkat.
Siapa atau apa yang kita takuti? Ada orang yang takut kehilangan
hartanya dan ada orangtua yang takut kepada anaknya. Ada yang
takut pada penolakan dan ada pula yang takut kehilangan
kecantikannya. Jika kita perhatikan baik-baik, ternyata siapa
atau apa yang kita takuti memperlihatkan siapa atau apa yang
sebenarnya penting bagi kita. Barang siapa takut kehilangan
hartanya, ia mementingkan harta; barang siapa takut kepada
anaknya, ia terlalu meninggikan anaknya; barang siapa takut pada
penolakan, ia mengagungkan orang lain; barang siapa takut
kehilangan kecantikannya, ia menyembah dirinya sendiri. Jadi,
dapat kita simpulkan bahwa orang yang takut akan Tuhan adalah
orang yang mengutamakan Tuhan.
Mengutamakan Tuhan berarti mementingkan kehendak-Nya di atas
kepentingan pribadi dan rela mengorbankan diri sendiri demi
melaksanakan kehendak Tuhan. Terlalu sering kita mengedepankan
kehendak pribadi daripada firman Tuhan; kadang kita malah
memakai nama Tuhan untuk membenarkan tindakan kita. Misalnya:
menikah dengan pasangan yang tidak seiman dengan dalih untuk
membawanya kepada Tuhan; melakukan korupsi dengan alasan ingin
menggunakan uangnya untuk pekerjaan Tuhan. Namun, terkadang niat
tulus kita untuk hidup takut akan Tuhan menemui jalan buntu
tatkala kita membandingkan diri dengan orang yang hidup tidak
takut akan Tuhan. Kita tidak bisa menerima kenyataan mengapa
hidupnya bisa lancar, sedangkan hidup kita sering melewati
"jalan berbatu" (ayat 10-11).
Kendati hidup takut akan Tuhan terkadang menyusahkan, tetapi itu
adalah "jalan" yang paling bahagia sebab hal ini menjauhkan
kita dari dosa dan menyelaraskan hidup kita pada kehendak-Nya.
Ingatlah, Tuhan melihat jerih payah kita dalam melakukan
firman-Nya dan Ia akan memberkati setiap orang yang setia
kepada-Nya pada waktu-Nya (ayat 12-13). Suatu saat kelak Ia akan
bertindak dengan membalas perbuatan orang-orang yang hidup tidak
takut kepada-Nya.
Doa:
Tuhan, tolongku peka bahwa Engkau hadir dalam segala segi
hidupku agar aku takut kepada-Mu.
|