Bacaan : Yohanes 8:30-36
Banyak orang terkadang "putus asa" menjalani hidup berimannya.
Perbuatan-perbuatan yang berlawanan dengan kehendak Allah masih terus
dilakukan. Dalam hati tidak ingin melakukan, tetapi nyatanya
berkali-kali masih terulang. Berulang kali berjanji, tetapi terus
gagal. Bahkan ada orang yang marah pada diri sendiri karena terus
jatuh dalam lubang yang sama dengan mengulangi dosa yang sama. Dan,
akhirnya menjadi budak dosa untuk selamanya.
Hari ini firman Tuhan mengingatkan bahwa sesungguhnya dalam keadaan
demikian, kita tidak usah putus asa, apalagi terus menerus
menyalahkan diri. Tuhan Yesus memberikan solusi. "Tetap dalam
firman-Ku" (ayat 31). Istilah "tetap" berarti setiap saat,
selalu-bukan kadang-kadang, dalam setiap aspek hidup kita. Jika
firman Tuhan menguasai mulut, tentu perkataan kita akan terkontrol.
Jika firman Tuhan menguasai kepala, pasti pikiran kita selalu tertuju
kepada Yesus. Jika firman menguasai langkah, pasti kita tidak
berjalan ke tempat yang berdosa. Pada saat itulah, kebenaran itu akan
memerdekakan kita (ayat 32). Yah, memerdekakan kita, karena sekalipun
kita bukan keturunan hamba, tetapi pada saat kita masih melakukan
dosa maka kita adalah hamba dosa (ayat 34).
Kita perlu terus-menerus berjuang melawan dosa. Jangan menyerah.
Untuk itu, kita perlu selalu dekat dengan firman-Nya. Betul, kita
tidak akan seketika menjadi manusia suci tanpa cela, tetapi firman
Tuhan akan mengingatkan dan menolong tetap berjalan di jalur yang
benar. Hidupilah firman-Nya, akrabi, maka kebenaran itu memerdekakan
kita -MZ
MELAKUKAN FIRMAN MENOLONG KITA
HIDUP SESUAI KEHENDAK-NYA
|