Bacaan : Lukas 12:13-21
Banyak pengusaha sukses dunia saat ini telah menunjukkan
kedermawanan. Mereka menyisihkan sejumlah besar kekayaan yang mereka
punya untuk membangun karya kasih bagi kemanusiaan. Sebut saja
misalnya Henry Ford-pengusaha otomotif, Bill Gates-pendiri Microsoft,
Larry Page dan Sergey Brinn-pemilik Google. Mereka tidak mengumpulkan
kekayaan hanya untuk diri sendiri, tetapi mau berbagi dengan sesama
yang membutuhkan. Mereka telah memberi sumbangsih sangat besar bagi
dunia pendidikan, pengentasan kemiskinan, penanggulangan kesehatan,
dan bencana alam.
Tuhan Yesus menceritakan perumpamaan tentang seorang kaya yang bodoh.
Orang itu mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, bersikap tamak,
dan berpikir bahwa dengan menjadi kaya maka semua urusannya pasti
beres. Kepada orang yang demikian, Tuhan Yesus berkata, "Hai engkau
orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil darimu, dan apa
yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?" (ayat 20).
Memang berbahaya kalau kita hanya sibuk mengumpulkan kekayaan untuk
diri sendiri. Sebab betapapun harta kekayaan-seperti juga jabatan dan
popularitas-tidaklah abadi. Cepat atau lambat akan kita tinggalkan.
Maka, bila kita diberkati dengan kekayaan lebih, baiklah kita
menjadikan itu juga sebagai berkat bagi sesama yang membutuhkan. Itu
akan jauh lebih berarti. Sebab nilai seseorang tidak ditentukan oleh
seberapa banyak kekayaan yang ia kumpulkan, tetapi oleh seberapa
besar hidupnya menjadi berkat dan mendatangkan kesukaan bagi
sesamanya. Oleh karena itu, jangan biarkan hati kita dijerat oleh
ketamakan akan harta benda -AYA
TAMAK DAN HANYA MEMIKIRKAN DIRI SENDIRI
ADALAH AWAL KEHANCURAN
|