Bacaan : Kisah Para Rasul 14:8-20
Winston Churchill, mantan Perdana Menteri Inggris, pernah ditanya,
"Tidakkah Anda merasa tersanjung? Setiap kali Anda berpidato, orang
datang berbondong-bondong sampai tidak kebagian tempat. Mereka sangat
menyanjung Anda!" Sang Perdana Menteri menjawab: "Tiap kali ingin
berbangga, saya ingat satu hal. Seandainya saya kelak dihukum
gantung, jumlah orang yang hadir pasti melonjak dua kali lipat!"
Sanjungan dunia semu sifatnya. Gampang berubah. Ketika Tuhan Yesus
memasuki Yerusalem, rakyat menyanjung-Nya. Beberapa hari kemudian,
massa yang sama meneriakkan "Salibkan Dia!" Itu juga yang dialami
Rasul Paulus. Sehabis menyembuhkan seorang lumpuh dengan kuasa Allah
di Listra, penduduk terkesima. Dikiranya Paulus dan Barnabas adalah
titisan dewa. Mereka berdua pun langsung dipuja-puja dan diberi aneka
persembahan. Tetapi begitu orang-orang Yahudi membujuk mereka, segera
saja mereka berbalik melempari Paulus dengan batu (ayat 19).
Untunglah Paulus dan Barnabas tidak haus sanjungan. Keduanya malah
prihatin melihat penduduk memuja-muja mereka. Paulus berusaha
menjelaskan bahwa hanya Tuhan yang layak disembah. Pantang baginya
untuk mencuri kemuliaan Tuhan bagi diri sendiri.
Setiap orang suka disanjung. Sebetulnya tidak salah kalau kita merasa
tersanjung saat dipuji orang. Yang salah, kalau kemudian kita gila
sanjungan, hingga rela mengorbankan apa pun demi mendapat sanjungan.
Sanjungan bisa menyesatkan, lagipula cepat sirna. Lebih baik fokuskan
diri untuk melakukan tugas sebaik mungkin. Tidak peduli disanjung
atau tidak -JTI
SANJUNGAN ITU IBARAT PERMEN KARET.
BOLEH DINIKMATI SESAAT, NAMUN JANGAN DITELAN.
|