Bacaan : Yohanes 9:1-7
Keterlaluan! Di dekat seorang buta yang tidak berdaya, murid-murid
bukannya memberi sedekah tetapi malah membicarakan mengapa orang itu
buta. "Pasti karena telah berbuat dosa. Tetapi siapa yang berbuat
dosa; orang buta ini sendiri atau orangtuanya, ya?" Begitulah obrolan
para murid Yesus.
Orang buta itu telah sangat menderita dengan kebutaannya. Kalau
orang-orang malah mencurigai dirinya atau orangtuanya telah melakukan
dosa, dan lantas hanya mendiskusikan tentu ini hanya menambah
penderitaannya. Murid-murid mungkin lupa bahwa mereka sendiri juga
orang berdosa (Roma 3:23). Bahkan, jika orang buta itu buta secara
jasmani, mereka mungkin saja malah lebih parah, yakni buta rohani.
Yesus tidak terjebak dalam obrolan yang tidak membangun itu. Dia
memilih melakukan sesuatu; menyembuhkan mata orang buta itu. Dan yang
mengejutkan, Yesus juga berkata: "... bukan dia dan bukan juga
orangtuanya, tetapi supaya pekerjaan-pekerjaan Allah dinyatakan di
dalam dia" (ayat 3). Bisa dibayangkan, betapa senangnya si buta
mendengar hal itu! Pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dirinya?
Wow! Sebelum berjumpa Yesus, baginya semua gelap. Hidupnya serasa
hampa tidak berguna. Tak ada yang peduli, apalagi melibatkannya dalam
aktivitas. Namun, segalanya berbeda setelah berjumpa Yesus. Sang
Terang dunia bukan saja menyembuhkan, tetapi bahkan mau melibatkannya
dalam pekerjaan Allah!
Kita, daripada membicarakan dosa orang lain, marilah perbincangkan
pekerjaan di ladang Tuhan, yang harus kita kerjakan selagi hari masih
siang -MNT
MILIKILAH MATA YANG MELIHAT SEPERTI TUHAN MELIHAT
|