Bacaan : Galatia 5:1-15
Saya aktif mengikuti sebuah mailing list sastra. Bagi orang awam,
sastra mengacu pada cabang kesenian berupa karya tulis, dengan bahasa
yang elok dan isi yang mendidik. Namun, nyatanya diskusi di dalamnya
kerap meluas, bahkan sampai ke kehidupan pribadi seseorang. Tak
jarang diskusi menjadi panas, karena adanya orang mencaci maki dengan
kata-kata kasar. Bila ada yang keberatan karenanya, orang itu akan
berdalih bahwa itu adalah bagian dari kemerdekaannya berbicara.
Kemerdekaan, oleh sebagian orang, disalahartikan sebagai kebebasan
melakukan atau mengatakan apa saja yang mereka kehendaki tanpa
memedulikan kepentingan orang lain. Padahal ketika kemerdekaan
disalahartikan dan disalahgunakan; bukannya ketenteraman yang timbul,
melainkan kekacauan.
Jemaat Galatia rupanya juga telah menyalahgunakan kemerdekaan yang
mereka peroleh. Kemerdekaan dianggap sebagai kesempatan untuk tetap
berbuat dosa dan bertindak sekehendak hati (ayat 13). Ini salah!
Orang yang sungguh-sungguh merdeka dalam Kristus melihat kemerdekaan
sebagai kesempatan untuk melakukan kebenaran dan memuliakan Allah
dengan mengasihi dan melayani sesama (ayat 14).
Kristus memanggil kita untuk merdeka dan lepas dari belenggu dosa,
keegoisan, dan penyesatan Iblis. Bila hidup lama menuruti tabiat
dosa, sekarang kita dimampukan untuk menolak perbuatan dosa. Bila
dulu kita hidup egois, sekarang kita dimampukan untuk menyenangkan
Allah. Kita dimerdekakan dari penyesatan Iblis, sehingga kita
bertumbuh dalam kebenaran oleh bimbingan Roh Kudus. Bagaimana Anda
menikmati kemerdekaan di dalam Kristus? -ARS
KEMERDEKAAN BUKAN KEBEBASAN UNTUK BERTINDAK SESUKA HATI
MELAINKAN KEMAMPUAN MELAKUKAN PERKARA YANG BENAR
|