Bacaan : Keluaran 32:21-35
Dalam perayaan 100 tahun Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2008 lalu,
Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, secara khusus
menciptakan sebuah lagu penyemangat. Judulnya "Majulah Negeriku".
Sebuah lagu yang mengajak seluruh komponen bangsa untuk bangkit dan
berjuang, bersama mengubah masa depan, demi kesejahteraan anak cucu.
Sebuah lagu yang sarat keyakinan, bahwa Indonesia bisa bangkit
menjadi negara yang makmur! Sebuah semangat dan kerinduan seorang
pemimpin, yang hanya bisa terwujud jika didukung dan dilaksanakan
bersama-sama oleh seluruh bangsa.
Musa, sebagai pemimpin yang ditunjuk oleh Allah untuk membawa Israel
keluar dari Mesir, suatu kali merasa sangat sedih sekaligus marah.
Betapa tidak? Bangsa yang dipimpinnya tidak mendukung apa yang ia
perjuangkan di hadapan Allah Yang Mahabesar. Mereka malah membuat
anak lembu tuangan untuk disembah. Ini sangat mendukakan Allah.
Setelah kejadian itu, Musa menantang Israel untuk menentukan sikap;
hendak mendukung Musa dan tetap menyembah Allah, atau tidak (ayat
26). Ya, sebagai pemimpin, Musa membutuhkan dukungan penuh dari
bangsa yang dipimpinnya. Hanya dengan begitu ia akan mampu
menjalankan fungsi kepemimpinanya dengan maksimal, sehingga dapat
membawa bangsanya mencapai tujuan, yaitu tanah yang Tuhan janjikan.
Demi kebangkitan bangsa Indonesia tercinta, kita pun perlu mendukung
penuh perjuangan para pemimpin kita; entah melalui doa, atau pun
usaha-usaha sesuai peran dan kemampuan kita masing-masing. Jauhkan
dari pada kita segala sikap yang akan menyusahkan serta menghambat
jerih dan juang para pemimpin kita -AW
SEBESAR APA PUN KUASA SEORANG PEMIMPIN
IA TAKKAN MENCAPAI APA PUN JIKA TAK ADA DUKUNGAN
|