Bacaan : Bilangan 14:1-14
Seorang ibu meminta anak sulungnya membeli sebotol minyak. Dalam
perjalanan pulang, si sulung terjatuh. Minyak dalam botolnya tumpah
separuh. "Bu, tadi saya jatuh dan menumpahkan minyak setengah botol,"
katanya. Hari berikutnya, giliran si bungsu yang diminta sang ibu
untuk membeli minyak. Kejadian yang sama terulang. Dalam perjalanan
pulang si bungsu terjatuh dan minyak yang dibawanya tumpah separuh.
"Bu, tadi saya jatuh. Minyaknya tumpah, tetapi saya berhasil
menyelamatkan separuhnya," katanya.
Kejadiannya sama, tetapi ada satu hal yang membedakan, yaitu cara
pandang. Si sulung melihat pengalamannya secara negatif, sedang si
bungsu melihat pengalamannya secara positif. Itu pula yang terjadi
pada kedua belas orang pengintai yang diutus oleh Musa. Mereka
melihat kenyataan yang sama. Namun, mereka pulang dengan laporan yang
jauh berbeda. Sepuluh orang pengintai melihat dengan mata pesimis
bahwa tantangan yang mereka lihat tidak mungkin diatasi. Sedangkan
dua pengintai lainnya, Yosua dan Kaleb, melihat dengan optimis bahwa
dengan pertolongan Tuhan Yang Mahabesar mereka akan mampu mengatasi
segala tantangan yang ada di depan.
Kuncinya adalah berfokus pada hal-hal yang positif. Seperti si bungsu
dalam cerita di atas, berfokus pada separuh minyak yang berhasil ia
selamatkan; Yosua dan Kaleb, juga berfokus pada kasih, penyertaan,
dan pemeliharaan Tuhan. Apakah kenyataan yang sedang Anda hadapi saat
ini? Coba buat daftar hal baik apa saja yang ada di baliknya. Lalu
fokuskan pikiran dan hati Anda pada hal-hal baik itu. Efeknya akan
sangat berbeda -AYA
YANG PENTING BUKAN APA YANG TERJADI
TETAPI BAGAIMANA KITA MENYIKAPI
|