Bacaan : Daniel 9:12-19
Dalam amanat kemerdekaan 17 Agustus 1963, Bung Karno mengungkap
sedikit rahasia tentang bagaimana ia menulis amanatnya, "Saya menulis
pidato ini sebagaimana biasa dengan perasaan cinta yang meluap-luap
terhadap Tanah Air dan Bangsa ...." Dan, orang yang memiliki rasa
cinta terhadap tanah air, pasti merindukan yang terbaik terjadi atas
bangsanya.
Bacaan Alkitab hari ini berbicara tentang bangsa Israel yang telah
banyak melakukan pelanggaran. Mereka meninggalkan Tuhan dan tidak mau
berbalik dari dosa-dosanya. Karenanya bangsa ini tidak akan luput
dari keadilan Tuhan-malapetaka bagi yang melanggar ketentuan-Nya.
Daniel begitu mencintai bangsanya, itu sebabnya ia sangat sedih
ketika menyadari bahwa bangsanya berada di ambang penghukuman Tuhan.
Kondisi "carut-marut" bangsanya karena dosa, tidak mengurangi cinta
Daniel. Karena itu, ia membawa bangsa Israel dalam doanya kepada
Tuhan. Dalam kondisi yang seolah-olah tidak mungkin, Daniel memohon
agar Tuhan mengampuni dan melepaskan bangsa Israel dari malapetaka
(ayat 18).
Mari kita melihat ke dalam hati kita dan bertanya, sedalam apa kita
mencintai negeri ini? Betul, negeri kita ini bukan negeri yang ideal,
bahkan di sana-sini kita melihat kondisi yang memprihatikan, tetapi
kiranya itu tidak mengurangi cinta kita. Sebab jika bukan kita yang
mencintai negeri ini, lalu siapa lagi? Seperti Daniel, mari kita
doakan negeri kita dengan penuh cinta. Kita mohonkan ampun atas
pelanggaran yang telah dilakukan setiap elemen bangsa ini. Kita
mohonkan belas kasihan Tuhan -CHA
INDONESIA ADALAH TITIPAN TUHAN
MARI KITA CINTAI DENGAN SEGENAP JIWA DAN RAGA
|