Bacaan : Yakobus 1:12-15
Dalam buku Keponakan Penyihir dari seri The Chronicles of Narnia,
diceritakan bagaimana Digory telah membuat sebuah kesalahan fatal,
yakni dengan membunyikan bel yang membangkitkan seorang penyihir
jahat. Ketika Aslan menanyai Digory tentang hal itu, Digory berkelit,
"Aku rasa aku agak terkena mantra yang tertulis dalam bel itu".
Mendengar jawaban itu, Aslan menegaskan, "Benarkah?" Kemudian barulah
Digory mengaku, "Tidak. Sekarang aku tahu aku tidak terkena mantra.
Aku hanya berpura-pura."
Ketika dihadapkan pada satu pencobaan dan gagal, kerap kali kita juga
berkelit dengan mengatakan bahwa kita dijebak, digoda, atau terkena
"mantra" seperti dalih Digory. Padahal, sebenarnya kita tidak terkena
mantra apa pun. Kita sendiri yang membuat pilihan untuk jatuh.
Yakobus mengatakan dengan jelas bahwa tiap-tiap orang dicobai oleh
keinginannya sendiri (ayat 14). Setan bisa menggoda kita, tetapi
pilihan untuk berdosa atau tidak, tetap berada di tangan kita.
Lalu bagaimana kita dapat menang melawan dosa? Bisa dengan dua hal:
tunduk kepada Allah dan melawan Iblis. Keduanya sama penting, jadi
harus sama-sama dilakukan. Kita bisa saja tetap gagal meski telah
berdoa dan memohon belas kasihan Tuhan, karena kita tidak mau melawan
Iblis dengan tegas. Kita hanya bisa melakukannya dengan berani
berkata "Tidak!" kepada dosa. Itulah salah satu karunia yang kita
peroleh dari Kristus yang telah menang atas maut. Karena Kristus
telah menang bagi kita, maka saat kita berani berkata tidak, dosa pun
tidak lagi berkuasa atas tubuh kita! -GS
KATAKAN TIDAK KEPADA DOSA
MAKA DOSA ITU AKAN KEHILANGAN KUASANYA
|