|
Judul: Upah orang percaya
Apa sebenarnya yang didapatkan seseorang yang meninggalkan segala
sesuatu demi mengikut Yesus? Itu yang ada di benak Petrus ketika
mendengarkan dialog Yesus dengan anak muda yang kaya pada
perikop sebelum ini. Lagi pula Yesus pernah berkata, bahwa
keluarga pun bila perlu harus sedia dilepaskan demi mengikut
Diri-Nya (ayat 10:37).
Sebenarnya menjadi kepunyaan Yesus merupakan hal terbesar yang bisa
dialami oleh para pengikut-Nya. Sekarang ini hal itu belum
sepenuhnya dirasakan oleh anak Tuhan. Kelak pada kedatangan-Nya
yang kedua kali, saat penciptaan langit dan bumi yang baru
terjadi (Why 21:1), dan penobatan-Nya sebagai Raja yang
bersemayam di takhta kemuliaan, saat itulah mereka akan
mendapatkan hak istimewa sebagai raja-raja yang akan duduk di
atas dua belas takhta dan sebagai hakim yang akan menghakimi
kedua belas suku Israel. Hal itu terjadi karena mereka adalah
wakil dari kedua belas suku yang telah Tuhan panggil dan pilih
menjadi para rasul dalam memberitakan Injil kepada segala
makhluk yang ada di muka bumi.
Akan tetapi, di dunia ini mereka akan menerima hal yang
menyukacitakan hati, yaitu sukacita dan persekutuan dengan
saudara-saudara seiman yang berasal dari segala
suku-ras-bangsa-bahasa. Inilah hal yang seratus kali lipat lebih
baik daripada semua yang mereka lepaskan (ayat 29).
Namun banyak orang yang lebih dulu percaya Yesus akan menjadi yang
terakhir karena tidak terus memelihara iman. Sebaliknya yang
terakhir akan menjadi yang terdahulu karena mereka terus
memelihara iman mereka dan melayani Tuhan dengan sukarela dan
sukacita, bukan karena upah.
Dalam mengikuti Yesus jerih payah kita memang tidak akan sia-sia.
Pengorbanan dan kesetiaan kita dalam mengikuti Tuhan akan
mendapatkan balasan pada hari terakhir. Namun kita tidak boleh
melayani karena upah, melainkan melayani dengan sukarela dan
sebagai pernyataan rasa syukur menurut profesi dan pelayanan
kita masing-masing.
|