|
Judul: Berbelas kasihan
"Belas kasihan", itulah yang membedakan Yesus dan para murid dalam
kisah ini. Belas kasihan adalah rasa simpati dan perhatian bagi
orang yang sedang membutuhkan. Suatu emosi mendalam yang tertuju
pada orang yang sedang mengalami kesakitan, kemiskinan, atau
keputusasaan.
Belas kasihan inilah yang menggerakkan Yesus untuk menyembuhkan
orang sakit yang mendatangi Dia. Padahal waktu itu Ia bermaksud
menyendiri. Belas kasihan pula yang membuat Yesus memberi makan
lima ribu orang.
Namun bagaimana dengan para murid? Mereka melihat bahwa orang banyak
itu perlu makan. Maka mereka meminta Yesus untuk menyuruh
orang-orang itu pergi mencari makanan. Sekilas permintaan itu
menyiratkan adanya perhatian pada orang lain. Namun jadi ironis
karena mereka ingin orang banyak itu pergi, justru saat Yesus
ingin menolong mereka. Para murid memang perlu memiliki belas
kasihan terhadap orang lain. Mereka seharusnya meminta Yesus
untuk melakukan sesuatu dan bukan menyuruh orang banyak itu
pulang.
Tentu Yesus tidak mau menyuruh orang banyak itu pulang. Ia justru
menyuruh para murid untuk memberi mereka makanan (ayat 16).
Perhatian para murid terhadap kebutuhan orang memang baik,
tetapi tak cukup sampai di situ. Lakukan sesuatu untuk memberi
mereka makan! Sayang tak cukup makanan untuk memberi makan lima
ribu orang lebih! Namun apa yang mereka miliki kemudian menjadi
berkat bagi orang banyak ketika diserahkan ke tangan Yesus.
Sebagai murid Yesus di masa kini, hendaknya kita juga memiliki belas
kasihan. Jika kita melihat yang miskin, yang lapar, atau yang
butuh pertolongan, dan kita digerakkan oleh belas kasihan maka
kita harus menolong mereka. Mungkin kita tidak punya banyak,
tetapi seberapa pun itu pasti lebih banyak daripada yang
dimiliki orang yang sedang membutuhkan itu. Jangan pernah
terpikir oleh kita bahwa jika kita memberi maka orang itu akan
jadi malas dan bergantung pada kita.
|