Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Santapan Harian > Matius 14:13-21
< Februari
2010
>
M S S R K J S
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28            


Cari di Arsip e-Santapan Harian Cari di e-SH
Lihat Arsip e-Santapan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Santapan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs In-CHRIST.net

Rabu, 10 Februari 2010

Judul: Berbelas kasihan
"Belas kasihan", itulah yang membedakan Yesus dan para murid dalam kisah ini. Belas kasihan adalah rasa simpati dan perhatian bagi orang yang sedang membutuhkan. Suatu emosi mendalam yang tertuju pada orang yang sedang mengalami kesakitan, kemiskinan, atau keputusasaan.

Belas kasihan inilah yang menggerakkan Yesus untuk menyembuhkan orang sakit yang mendatangi Dia. Padahal waktu itu Ia bermaksud menyendiri. Belas kasihan pula yang membuat Yesus memberi makan lima ribu orang.

Namun bagaimana dengan para murid? Mereka melihat bahwa orang banyak itu perlu makan. Maka mereka meminta Yesus untuk menyuruh orang-orang itu pergi mencari makanan. Sekilas permintaan itu menyiratkan adanya perhatian pada orang lain. Namun jadi ironis karena mereka ingin orang banyak itu pergi, justru saat Yesus ingin menolong mereka. Para murid memang perlu memiliki belas kasihan terhadap orang lain. Mereka seharusnya meminta Yesus untuk melakukan sesuatu dan bukan menyuruh orang banyak itu pulang.

Tentu Yesus tidak mau menyuruh orang banyak itu pulang. Ia justru menyuruh para murid untuk memberi mereka makanan (ayat 16). Perhatian para murid terhadap kebutuhan orang memang baik, tetapi tak cukup sampai di situ. Lakukan sesuatu untuk memberi mereka makan! Sayang tak cukup makanan untuk memberi makan lima ribu orang lebih! Namun apa yang mereka miliki kemudian menjadi berkat bagi orang banyak ketika diserahkan ke tangan Yesus.

Sebagai murid Yesus di masa kini, hendaknya kita juga memiliki belas kasihan. Jika kita melihat yang miskin, yang lapar, atau yang butuh pertolongan, dan kita digerakkan oleh belas kasihan maka kita harus menolong mereka. Mungkin kita tidak punya banyak, tetapi seberapa pun itu pasti lebih banyak daripada yang dimiliki orang yang sedang membutuhkan itu. Jangan pernah terpikir oleh kita bahwa jika kita memberi maka orang itu akan jadi malas dan bergantung pada kita.

Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini  


Laporan Masalah/Saran