Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Santapan Harian > 2Raja 17:35-39
< Februari
2010
>
M S S R K J S
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28            


Cari di Arsip e-Santapan Harian Cari di e-SH
Lihat Arsip e-Santapan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Santapan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs In-CHRIST.net

Sabtu, 6 Februari 2010

Judul: Panggilan untuk menyembah Allah
Seorang kawan bercerita bagaimana suatu hari ia menyetrika pakaian pesta terbaik yang amat ia sayangi. Lalu apa yang terjadi? Waktu menyalakan setrika, ia lupa memosisikan pengatur panas ke suhu yang tepat. Akibatnya setrika terlalu panas untuk bahan yang sangat halus; pakaian kesayangan jadi hangus. Ia merenungkan kejadian itu. Seolah Tuhan berbisik bahwa tanpa sadar ia telah "menyembah" benda-benda kesayangannya. Antara lain pakaian tersebut. Maka kemalangan itu menjadi titik balik. Dia memeriksa diri untuk menempatkan secara benar banyak hal yang telah dia tempatkan dalam posisi salah.

Menyembah Allah dan menjadikan Allah pusat hidup, diminta Tuhan dari kita umat tebusan-Nya. Hal menyembah Allah, menjadikan Tuhan yang nomor satu dan penentu segala sesuatu, berimplikasi praktis sangat radikal dalam hidup kita. Meski biaya yang harus kita bayar besar dan perlu usaha keras terus menerus, hal ini patut kita berikan bagi Ia yang telah menyelamatkan kita dengan membayar harga nyawa-Nya sendiri. Hal ini juga satu-satunya cara yang memungkinkan kita menikmati kelimpahan hidup dalam persekutuan akrab dengan-Nya. Inilah rahasia kita dapat terbebas dari menjadi budak ambisi, kecantikan, harta, benda, karier, relasi, ilmu, dan lainnya, karena dengan memperTuhan Allah saja, kita baru benar-benar sanggup menempatkan semua itu di posisi alat dan sarana.

Mengapa panggilan untuk menyembah Allah atau peringatan agar tidak menyembah allah lain terus menerus Tuhan canangkan kepada kita? Karena semua manusia diciptakan untuk menikmati Allah dalam segala kekudusan, kelimpahan kasih dan kebesaran kuasaNya. Masih banyak orang di sekitar kita yang belum kenal Allah; maka mereka harus mengisi kebutuhan itu dengan berbagai allah palsu. Seperti Israel, kita hidup di tengah masyarakat dengan banyak allah imitasi. Meski wujudnya sudah mengalami operasi menjadi modern! Maka izinkan Roh Allah menunjukkan apa saja allah palsu dalam hidup kita lalu campakkan semua itu. Nikmati bagaimana ketika Allah leluasa menjadi yang pertama dan utama, hidup kita jadi berarti, penuh, mulia!

Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini  


Laporan Masalah/Saran