|
Judul: Yesus, Penguasa alam semesta
Orang Israel menganggap laut/danau sebagai teritorial kuasa jahat.
Maka diombang-ambingkan badai ketika berada di danau saat malam
gelap merupakan hal yang mengerikan. Seolah berhadapan dengan si
jahat sendiri.
Namun yang lebih menakutkan adalah saat melihat sesosok tubuh
berjalan di atas air mengamuk pada jam tiga pagi. Bayangkan air
sedang bergejolak, tetapi ada orang yang berjalan dengan tenang
di atasnya. Siapa yang tak akan takut? Tak heran bila para murid
mengira sosok itu adalah hantu. Mereka tak mengira bahwa Yesus
adalah Guru mereka, yang telah melakukan mukjizat penyembuhan
dan memberi makan ribuan orang, ternyata bisa juga menunjukkan
mukjizat berjalan di atas air yang dilanda badai. Maka begitu
Yesus memberitahu siapa Dia, para murid pun menjadi tenang (ayat
27). Memang tidak ada alasan untuk takut bila Yesus hadir.
Penyataan Yesus membuat Petrus merespons dengan meminta Yesus
membiarkan dia berjalan di atas air. Namun mengapa di tengah
langkahnya menghampiri Yesus, ia mulai tenggelam? Karena fokus
Petrus bergeser dari melihat kepada Yesus menjadi melihat kepada
gelombang ganas yang ada di sekelilingnya. Syukur, di saat rasa
takut mulai menguasai dirinya, ia berseru pada Sang Guru (ayat
30) sehingga segera di-tolong Yesus. Di sini kita belajar arti
kata iman. Iman berarti percaya dan memercayakan diri pada Tuhan
Yesus. Petrus memang sudah percaya, tetapi dalam peristiwa ini
ia belajar memercayakan diri hanya kepada Yesus. Para murid pun
belajar mengakui bahwa Dia sungguh-sungguh Anak Allah.
Memang saat kita melihat lautan kehidupan yang bergelora, kita
merasa kerdil dan tak berdaya. Pertahankan terus melihat kepada
Yesus lewat doa dan firman. Jangan sekali-kali membiarkan diri
dibelokkan perhatian kepada situasi dunia. Kalaupun sesaat kita
goyah karena dunia ini, cepat-cepat berseru kepada-Nya agar Dia
segera menolong. Sesungguhnya Dia adalah Penguasa alam semesta
dan semua isinya. Bersandar pada Dia, pasti kita tidak akan
kecewa.
|