|
Judul: Jangan memelihara dosa
Benda apa yang biasanya dijadikan sebagai hadiah? Macam-macam. Mulai
dari benda yang kecil, seperti sapu tangan, sampai yang canggih
seperti telepon genggam.
Namun siapa yang pernah menyangka bila anak perempuan Herodias
meminta kepala Yohanes Pembaptis sebagai hadiah atas
kepandaiannya menari pada hari ulang tahun Herodes (ayat 6-8).
Mungkin saja orang akan heran dan bertanya-tanya, mengapa gadis
itu begitu sadis. Ternyata ada dalang yang mengatur permintaan
tak berperikemanusiaan itu. Dialah Herodias, istri Herodes, yang
sebenarnya tidak sah. Tidak sah? Ya, karena Herodias sebenarnya
adalah istri dari saudara Herodes. Lalu mengapa Herodias
menginginkan kepala Yohanes Pembaptis? Karena Yohanes berulang
kali memperingatkan Herodes mengenai perkawinan yang salah itu.
Herodes yang marah kemudian memenjarakan Yohanes. Sebenarnya dia
ingin membunuh Yohanes, hanya saja dia takut pada reaksi orang
banyak. Namun Herodias rupanya tidak puas bila Yohanes hanya
dipenjarakan. Karena itu dia memikirkan cara terbaik untuk
melenyapkan Yohanes dari muka bumi ini supaya tidak ada lagi
yang meributkan perkawinannya.
Meski termasuk kelompok bangsawan, perilaku Herodias tak beda dengan
pelaku kriminal. Status sebagai anggota keluarga kerajaan
membuat Herodias merasa bisa melakukan apa saja, termasuk
mengambil nyawa orang! Tak ada rasa bersalah sedikit pun!
Sungguh berbahaya orang yang hati nuraninya mati. Dan matinya hati
nurani Herodias sebenarnya sudah terlihat sejak ia menikahi
saudara suaminya. Namun kita yang telah mengenal Kristus
hendaknya tidak memelihara dosa dan membiarkannya tumbuh subur
di hati kita. Bila kita telah melakukan dosa, jangan pernah
melarikan diri dari rasa bersalah yang muncul di hati kita.
Melainkan datanglah pada Tuhan Yesus, Penebus dosa kita. Akuilah
kesalahan yang telah kita lakukan dan mintalah pengampunan-Nya.
Dan sesudah itu, jangan berbuat dosa lagi!
|