|
Judul: Dari keraguan menuju iman
Mungkin tak banyak dari kita yang punya kegemaran berwisata ke
gua-gua. Di Indonesia banyak gua yang mengandung berbagai produk
alam amat indah. Untuk dapat menelusuri gua dan menikmati
keindahannya, kita perlu penunjuk jalan. Seorang yang sungguh
tahu lika-liku gua tersebut; di mana titik berbahaya yang harus
dihindari, bagaimana mencapai tempat yang pemandangannya indah;
bekal dan kesiapan apa saja yang harus dimiliki; seorang yang
berbekal pengalaman dalam memandu. Bayangkan apa yang terjadi
bila kita dipandu orang yang ragu di tengah jalan?
Perjalanan Israel sedang dalam krisis dahsyat, bagai terdampar di
tengah gua penuh kelokan. Tak tahu lagi bagaimana harus
meneruskan perjalanan. Celakanya lagi, Musa pun mengalami
keraguan. Ia menyadari dirinya tidak sanggup memimpin. Tidak
sanggup bukan saja karena umat berpotensi menimbulkan banyak
gara-gara dan masalah, tetapi juga karena dirinya sendiri
ternyata lemah. Lebih lagi di momen krisis itu Musa sendiri
terhempas oleh gelombang ketakutan akan kehilangan kepemimpinan
Allah!
Dalam keraguan yang dialami baik umat maupun pemimpin, akar
penyebabnya harus diselesaikan! Dalam hal kondisi Israel dan
Musa saat itu, keraguan mereka disebabkan oleh dosa yang membuat
Allah membuat ultimatum akan menarik diri dari mereka dan
memberikan malaikat untuk ganti-Nya memimpin mereka. Ancaman ini
disebabkan mereka menyembah lembu emas tuangan dan berkata bahwa
lembu itu yang telah memimpin mereka keluar dari Mesir. Dosa
apapun terutama dosa berhala menimbulkan disorientasi dalam
perjalanan rohani kita. Hal terburuk yang diakibatkan dosa dalam
kehidupan kita ialah hilangnya kepekaan akan hadirat dan arahan
Allah. Maka krisis yang terjadi ini bukan sekadar keraguan,
tetapi kegentaran. Dengan takut dan rendah hati, Musa mewakili
seluruh umat mohon ampun, mohon belas kasih agar Tuhan tidak
membuang mereka, tidak meninggalkan mereka. Inilah jalan keluar
paling penting bagi setiap krisis karena dosa dalam kehidupan
kita. Keraguan karena dosa? Rendahkan diri sampai berjumpa
kembali Sang Pemimpin hidup!
|