|
Judul: Bagikan pada orang lain
Konsep kerajaan dalam benak kebanyakan orang adalah konsep tentang
kuasa dan harta. Banyak orang yang ingin menjadi bagian dari
kerajaan karena ambisi untuk memperoleh kuasa, kekayaan, dan
popularitas.
Kerajaan Sorga menurut Yesus bagai harta karun atau mutiara berharga
(ayat 44-46). Begitu berharganya Kerajaan Sorga sampai-sampai
orang bersedia bayar harga dengan menyerahkan segala miliknya
agar menjadi bagian kerajaan itu. Tak ada pengorbanan yang
terlalu besar untuk memperoleh bagian dalam kerajaan itu. Namun
Yesus bukan sedang mengajarkan bahwa masuk ke dalam kerajaan itu
tergantung pengorbanan diri. Yang dimaksud adalah orang harus
meninggalkan segala sesuatu dan berkomitmen penuh untuk mengikut
Yesus. Komitmen ini penting untuk dipelihara karena akan tiba
saat Yesus memisahkan orang ke dalam dua kategori, baik-tidak
baik atau beriman-tidak beriman (ayat 47-52).
Sementara menanti saat itu, murid Tuhan harus bersikap seperti ahli
Taurat yang menerima pelajaran tentang Kerajaan Sorga (ayat 52).
Si ahli Taurat bagai pemilik rumah yang mengeluarkan harta
bendanya dari perbendaharan, baik yang baru maupun yang lama,
untuk dimanfaatkan secara maksimal. Perbendaharaan yang dimaksud
adalah hati dan segala pengertian. Si ahli Taurat mengeluarkan
segala pemahaman baru mengenai kerajaan yang diajarkan oleh
Yesus. Sebelumnya ia telah memiliki pemahaman lama. Namun
pengajaran yang baru itu tidak menggantikan pemahaman yang lama
melainkan melengkapi. Demikianlah para murid harus bersikap
terhadap pengajaran Yesus. Mereka berkata bahwa mereka memahami
apa yang Yesus ajarkan (ayat 51). Karena itu mereka bertanggung
jawab untuk mengajarkan semua itu.
Tanggung jawab para murid adalah tanggung jawab kita juga. Harta
berharga yaitu iman yang menyelamatkan itu telah kita miliki.
Mari kita jaga dengan setia hingga Kristus datang kembali. Namun
jangan menyimpan harta itu hanya untuk diri sendiri. Bagikanlah
juga kepada orang lain.
|