Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Santapan Harian > Matius 13:44-58
< Februari
2010
>
M S S R K J S
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28            


Cari di Arsip e-Santapan Harian Cari di e-SH
Lihat Arsip e-Santapan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Santapan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs In-CHRIST.net

Senin, 8 Februari 2010

Judul: Bagikan pada orang lain
Konsep kerajaan dalam benak kebanyakan orang adalah konsep tentang kuasa dan harta. Banyak orang yang ingin menjadi bagian dari kerajaan karena ambisi untuk memperoleh kuasa, kekayaan, dan popularitas.

Kerajaan Sorga menurut Yesus bagai harta karun atau mutiara berharga (ayat 44-46). Begitu berharganya Kerajaan Sorga sampai-sampai orang bersedia bayar harga dengan menyerahkan segala miliknya agar menjadi bagian kerajaan itu. Tak ada pengorbanan yang terlalu besar untuk memperoleh bagian dalam kerajaan itu. Namun Yesus bukan sedang mengajarkan bahwa masuk ke dalam kerajaan itu tergantung pengorbanan diri. Yang dimaksud adalah orang harus meninggalkan segala sesuatu dan berkomitmen penuh untuk mengikut Yesus. Komitmen ini penting untuk dipelihara karena akan tiba saat Yesus memisahkan orang ke dalam dua kategori, baik-tidak baik atau beriman-tidak beriman (ayat 47-52).

Sementara menanti saat itu, murid Tuhan harus bersikap seperti ahli Taurat yang menerima pelajaran tentang Kerajaan Sorga (ayat 52). Si ahli Taurat bagai pemilik rumah yang mengeluarkan harta bendanya dari perbendaharan, baik yang baru maupun yang lama, untuk dimanfaatkan secara maksimal. Perbendaharaan yang dimaksud adalah hati dan segala pengertian. Si ahli Taurat mengeluarkan segala pemahaman baru mengenai kerajaan yang diajarkan oleh Yesus. Sebelumnya ia telah memiliki pemahaman lama. Namun pengajaran yang baru itu tidak menggantikan pemahaman yang lama melainkan melengkapi. Demikianlah para murid harus bersikap terhadap pengajaran Yesus. Mereka berkata bahwa mereka memahami apa yang Yesus ajarkan (ayat 51). Karena itu mereka bertanggung jawab untuk mengajarkan semua itu.

Tanggung jawab para murid adalah tanggung jawab kita juga. Harta berharga yaitu iman yang menyelamatkan itu telah kita miliki. Mari kita jaga dengan setia hingga Kristus datang kembali. Namun jangan menyimpan harta itu hanya untuk diri sendiri. Bagikanlah juga kepada orang lain.

Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini  


Laporan Masalah/Saran