Bacaan : Pengkhotbah 11:1-6
Hidup ini penuh misteri-banyak hal tidak kita ketahui (ayat 5). Dan
justru karena hidup mengandung banyak misteri, Pengkhotbah mendorong
para pembaca tulisannya agar berani mengambil tindakan yang punya
banyak kemungkinan hasil. "Taburkanlah benihmu pagi-pagi hari dan
janganlah memberi istirahat kepada tanganmu pada petang hari, karena
engkau tidak mengetahui apakah ini atau itu yang akan berhasil, atau
kedua-duanya sama baik" (ayat 6).
Pengkhotbah tidak meminta kita agar menjadi orang-orang yang gila
kerja. Ia hanya mengingatkan bahwa kita ini sungguh tidak tahu
apa-apa dan tak dapat memastikan hasil dari setiap pekerjaan yang
kita lakukan. Kita juga tak tahu bagaimana Allah akan berkarya.
Walaupun demikian, ketidaktahuan itu tak boleh membuat kita santai
saja lalu masuk ke "tempurung" masing-masing; tak bersemangat, tak
rajin, dan loyo menghadapi hidup. Sebaliknya, justru karena
"ketidaktahuan" itu, kita digugah untuk menjadi rajin-"menabur benih
pagi-pagi ... janganlah memberi istirahat pada tanganmu". Dan dengan
hati teguh (meskipun kita tidak tahu pasti tentang semua hal) serta
rendah hati (karena kita beriman pada Allah yang memahami segala
misteri) kita harus terus tekun berusaha.
Pengkhotbah mendorong kita untuk sungguh-sungguh berjuang dalam hidup
sekarang ini, dan tidak terjatuh dalam perangkap lamunan ataupun
penjara penyesalan yang hanya membuang waktu kita. Dan kita tidak
pernah berjuang sendiri, karena kita selalu ada dalam pengawasan dan
pemeliharaan Allah, Sang Jawaban dari semua ketidaktahuan kita -DKL
APABILA ORANG BERIMAN TAK MAU BERJERIH LELAH
BAGAIMANA IMANNYA AKAN BERBUAH?
|