Bacaan : Matius 25:14-30
Seorang gadis Jepang bermaksud bunuh diri dengan cara terjun dari
gedung yang tinggi. Anehnya, sebelum bunuh diri ia menelepon seorang
reporter televisi. Sang reporter diminta merekam adegan bunuh diri
tersebut dan menayangkannya di siaran berita. Celakanya, reporter itu
setuju. Bersama seorang juru kamera, ia merekam dan menayangkan
adegan bunuh diri tersebut. Tentu saja masyarakat heboh! Kedua orang
itu dikecam karena tidak mencoba mencegah sang gadis untuk bunuh
diri. Namun, keduanya berkelit. "Apa salah kami? Kami tidak melakukan
apa-apa," kata mereka.
Ya, kedua orang ini bersalah justru karena tidak berbuat apa-apa!
Mereka punya kesempatan untuk menyelamatkan nyawa, tetapi diam saja.
Sama seperti perumpamaan hamba yang diberi satu talenta. Ia dikecam
tuannya bukan hanya karena ia malas, melainkan juga karena ia "hamba
yang jahat". Padahal ia tidak melakukan tindak kriminal, misalnya
mencuri talenta itu. Sepeser pun tidak. Ia diberi satu talenta, lalu
dikembalikannya juga satu talenta. Lantas, di mana letak
kejahatannya? Ia jahat justru karena tidak berbuat apa-apa. Dengan
berdiam diri, ia telah menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan oleh
tuannya. Ia potensial, tetapi tidak produktif.
Setiap hari, Tuhan memberi kita kesempatan untuk berbuat sesuatu;
mengembangkan bakat, mengasihi sesama, melayani Tuhan, dan menjadi
berkat bagi sesama. Sudahkah kita berbuat sesuatu, melakukan bagian
kita? Ataukah kita diam saja, membiarkan kesempatan berlalu hari demi
hari? Jangan abaikan setiap kesempatan. Itu adalah sebuah kejahatan
-JTI
KITA BERDOSA BUKAN HANYA SAAT MELAKUKAN YANG SALAH
TETAPI JUGA SAAT TIDAK MELAKUKAN YANG BENAR
|