Bacaan : Daniel 1
Apakah arti sebuah nama?" demikian Shakespeare berkata. Namun,
semestinya pertanyaan itu bisa dijawab; betapapun sederhana, sebuah
nama pasti memiliki makna. Nama menjadi sebuah tanda, harapan, janji,
atau yang lain. Nama "Daniel" berarti "Tuhan adalah hakimku". Dan
pemuda Yahudi yang turut diangkut ke pembuangan di Babel ini, telah
sungguh-sungguh hidup sesuai makna namanya.
Sejak muda ia telah begitu karib dengan Tuhan. Jadi, bersama beberapa
orang, ia terpilih menjadi pegawai raja. Sebuah status elite bagi
orang buangan. Meskipun demikian, ini tidak membuat Daniel "besar
kepala". Ia tetap sadar siapa dirinya. Sebagai pegawai raja, ia perlu
menganalisa keadaan dan membuat banyak pilihan (ayat 8) sambil tetap
membuka diri pada kemungkinan-kemungkinan bahwa pilihannya bisa jadi
keliru (ayat 12-18). Di situlah ia mengandalkan Allah yang adalah
hakimnya, yang dapat menolongnya mengambil keputusan yang benar. Ya,
ia kerap dihadapkan pada situasi-situasi pelik di mana ia harus
memilih dan memutuskan sikap-memilih makanan, mengartikan mimpi,
membaca tulisan di dinding, menyerahkan diri pada keadilan Allah
ketika di gua singa. Dan dalam segala situasi itu, ia membuat
pilihan-pilihan yang penuh integritas dan berdasarkan petunjuk Tuhan.
Daniel mengajar kita bahwa integritas kita akan lulus uji jika kita
memiliki iman yang terus membuka diri kepada Allah dalam segala aspek
kehidupan. Jika seluruh hidup dan hati kita terarah kepada Allah,
maka hidup kita akan semakin mantap dan pasti dapat menjawab segala
tantangan zaman -DKL
APABILA TUHAN ADALAH HAKIMKU
SEGALA KEPUTUSAN DAPAT KUAMBIL DENGAN HATI TEGUH
|