Bacaan : Yohanes 17:6-19
Pada tahun 2007, ketika mengadakan perjalanan di Vietnam, kami
dipandu seorang warga Vietnam yang belum pernah bertemu orang
Indonesia. Mungkin karena sangat penasaran, ia memakai kesempatan
untuk bertanya kepada kami mengenai berbagai peristiwa di Indonesia,
misalnya peristiwa bom Bali. Ia ingin tahu mengapa orang Indonesia
begitu membenci orang Barat, sehingga tega berbuat semacam itu.
Menanggapi keingintahuannya, kami sebagai "duta" Indonesia berusaha
menjawab dan memberi penjelasan bahwa tindakan tersebut tidak
mewakili sikap orang Indonesia secara umum.
Seperti orang Vietnam tersebut, ada juga banyak orang di sekitar kita
yang belum tahu tentang Kerajaan Allah. Dan mereka akan tetap hidup
dalam ketidaktahuan jika kita sebagai "duta" Kerajaan Allah tidak
pernah menjelaskan hal itu kepada mereka. Tentang siapa Raja kita,
dan bagaimana kita dapat diangkat menjadi anak-Nya. Orang-orang yang
ditaruh di sekitar hidup kita membutuhkan kesaksian kita tentang-Nya.
Lebih dari itu, menjadi duta Kerajaan Allah tidak cukup dengan
berkata-kata saja. Kesaksian hidup kita pun memegang peranan yang
sama penting, sebab tentu sulit bagi mereka untuk percaya bahwa ada
kasih dalam Kerajaan Allah jika di antara sesama orang percaya tidak
ada kepedulian satu sama lain. Sulit bagi mereka untuk percaya bahwa
ada damai dalam Kerajaan Allah jika kita suka bertengkar dengan orang
lain.
Sebagai "duta" Kerajaan Allah, biarlah kita hidup sepadan dengan
status kita sebagai orang kristiani, sehingga orang yang melihat kita
akan percaya kepada Yesus -ALS
TUHAN MENGUTUS KITA KE DUNIA UNTUK MENJADI DUTA-NYA
MARI KITA KERJAKAN TUGAS ITU SEBAIK-BAIKNYA
|