Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Renungan Harian > PEKA
< November
2008
>
M S S R K J S
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30            


Cari di Arsip e-Renungan Harian Cari di e-RH
Lihat Arsip e-Renungan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Renungan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs Renungan Harian

Senin, 17 November 2008

Bacaan Setahun : Kisah 21-24
Nats : Ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan (Efesus 5:10)

PEKA

Bacaan : Efesus 5:6-14

Dalam bukunya The Gospel According to Starbucks, Leonard Sweet menuliskan kisah Ed Faubert, seorang ahli pencicip kopi (coffee-taster) ternama. Ia sangat peka pada cita rasa kopi. Berikanlah kepadanya secangkir kopi dan ia akan segera bisa menjelaskan segala hal tentang kopi itu secara perinci. Bahkan dengan mata tertutup, ia bisa tahu kopi yang dicicipinya berasal dari negara mana, ditanam di ketinggian berapa, dan di gunung apa.

Kepekaan dibentuk oleh latihan dan pengalaman terus-menerus. Kepekaan rohani pun demikian. Untuk dapat menguji apa yang berkenan kepada Tuhan (ayat 10), Paulus meminta jemaat Efesus untuk terus-menerus belajar hidup sebagai anak terang. Maksudnya, hidup sesuai dengan firman Tuhan. Dengan mempraktikkan firman setiap hari, semakin lama mereka akan menjadi semakin peka. Hasilnya? Mereka dapat membedakan mana yang berkenan kepada Tuhan dan mana yang tidak. Mereka takkan mudah disesatkan, sekalipun tiap hari hidup berbaur dengan orang-orang yang memiliki cara pikir dan gaya hidup duniawi. Bukannya terpengaruh, mereka bahkan bisa "menelanjangi perbuatan kegelapan" itu. Artinya, bisa menyadarkan orang lain akan perbuatannya yang berdosa.

Kita hidup pada zaman di mana penyesatan terjadi di mana-mana: lewat buku-buku, media massa, dan aneka tawaran dunia yang menggiurkan. Sudahkah kita memiliki kepekaan rohani? Banyak orang kristiani masih belum "bangun dari tidur" (ayat 14), bahkan ikut terbius dalam keduniawian. Tidak ada cara lain: kita harus belajar hidup taat sesuai firman Tuhan. Hanya dari situ kita bisa semakin peka -JTI

CARA UNTUK MENGUSIR KEGELAPAN SANGAT SEDERHANA:

BAWALAH PELITA YANG MENYALA
Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini  


Laporan Masalah/Saran