Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Renungan Harian > HANYA BISA TERIMA
< November
2008
>
M S S R K J S
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30            


Cari di Arsip e-Renungan Harian Cari di e-RH
Lihat Arsip e-Renungan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Renungan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs Renungan Harian

Selasa, 18 November 2008

Bacaan Setahun : Kisah 25-28
Nats : Tetapi apabila aku berpikir: "Aku tidak mau mengingat Dia dan tidak mau mengucapkan firman lagi demi nama-Nya", maka dalam hatiku ada sesuatu yang seperti api yang menyala-nyala, terkurung dalam tulan (Yeremia 20:9)

HANYA BISA TERIMA

Bacaan : Yeremia 20:7-18

Soe Hok Gie adalah tokoh muda penulis buku "Catatan Harian Seorang Demonstran". Ia meninggal dunia dalam usia 27 tahun di puncak Gunung Semeru. Riwayat hidupnya pernah dibukukan dan difilmkan. Dalam puisinya berjudul "Mandalawangi Pangrango", ia menulis demikian: "Hidup adalah soal keberanian, menghadapi tanda tanya tanpa kita mengerti, tanpa kita bisa menawar, terimalah dan hadapilah."

Yah, dalam hidup ini kerap kita tidak dapat memilih. Seumpama makanan, seolah-olah semuanya sudah disediakan dari "sononya". Kita hanya bisa "makan" tanpa protes. Kita, misalnya, tidak pernah memilih untuk terbaring sakit, melahirkan anak yang dengan kebutuhan khusus, menjalani kehidupan yang tidak kita inginkan. Kita hanya bisa menerimanya.

Pergumulan itu juga dialami Yeremia. Ia tidak pernah memilih menjadi nabi (ayat 7). Bahkan, sebetulnya ia ingin menolak jabatan itu. Namun kenyataannya, ia tak dapat mengelak (ayat 9). Keadaan itu membuatnya merasa tertekan dan terus didera peperangan batin. Sampai-sampai ia berkata, "Terkutuklah hari ketika aku dilahirkan! Biarlah jangan diberkati hari ketika ibuku melahirkan aku!" (ayat 14)

Ketika menghadapi situasi demikian, tak ada cara lain yang lebih tepat selain menerimanya dengan rela. Kalaupun kita terus memberontak, tidak akan ada gunanya; hanya melelahkan bahkan menambah masalah baru. Ketika kita tak dapat mengubah keadaan di luar, yang bisa kita lakukan adalah mengubah sikap dan pandangan kita terhadap keadaan itu. Kuncinya ada pada keyakinan bahwa hidup kita selalu dalam kendali kasih dan kuasa Tuhan -AYA

BERDAMAI DENGAN KENYATAAN ITU INDAH
Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini  


Laporan Masalah/Saran