Bacaan : Kejadian 3:9-21
Pakaian adalah bagian dari budaya manusia di seluruh dunia. Tak heran
bila pameran model baju menjadi industri yang luar biasa besar. Cara
manusia berpakaian pun berevolusi. Khususnya sejak abad ke-20.
Sebelumnya, hampir tak ada orang yang berani memakai bikini. Namun
sesudah masa itu, khususnya setelah filosofi kebebasan dikumandangkan
di Barat, cara orang berpakaian berubah total. Banyak orang
berpakaian "seadanya" dan menyebutnya mode. Orang kristiani pun tidak
luput menggunakan pakaian seadanya ketika pergi ke gereja.
Mungkin kita tak pernah merenungkan, apa tujuan Tuhan memberi kita
pakaian. Kejadian 3:21 memberikan dasar penting tentang alasan adanya
pakaian. Tuhan mengorbankan binatang, dan memberikan kulitnya untuk
menutupi ketelanjangan manusia. Ketika manusia berdosa, Tuhan
berinisiatif menolong. Sekilas, hal pakaian mungkin merupakan topik
yang terlalu biasa dalam hidup sehari-hari. Namun, cara kita
berpakaian secara tak langsung menunjukkan apresiasi kita kepada
Allah yang penuh kasih, yang tak mau kita dipermalukan karena dosa
itu.
Sebagai orang kristiani, kebanyakan kita tidak terlalu memusingkan
cara berpakaian di zaman ini, karena budaya populer seakan-akan lebih
menguasai kita. Mari perhatikan bagaimana kita berpakaian. Adakah
Anda merasa rendah diri karena pakaian yang sederhana? Tidak perlu.
Apakah Anda menjadi sombong karena bisa membeli pakaian mahal? Jangan
lupakan tujuan Tuhan memberi kita pakaian. Berpakaianlah secara
pantas, sehingga melaluinya kita terus diingatkan bahwa Tuhan
memberikannya demi menutupi keberdosaan kita -BL
BERPAKAIANLAH DENGAN PANTAS SEBAGAI RASA SYUKUR
BAHWA TUHAN TELAH MENUTUPI SALAH DAN BOBROKNYA KITA
|