Bacaan : Markus 2:1-12
Ketika harga kedelai semakin tinggi di awal tahun 2008, seorang
pengusaha melakukan langkah kreatif. Untuk menggantikan kedelai yang
sangat mahal, ia mencoba mengolah singkong untuk membuat berbagai
produk yang biasanya berbahan dasar kedelai. Sebuah langkah cerdas
yang belum pernah dilakukannya. Dalam wawancara dengan sebuah stasiun
televisi swasta, sang pengusaha berujar bahwa "kesulitan" yang
menekan justru membuatnya kreatif.
Kesulitan mengasah kreativitas. Tatkala Yesus datang ke Kapernaum,
tersiarlah kabar bahwa Dia ada di rumah (ayat 2). Begitu banyak orang
datang ke situ, sehingga tidak ada lagi tempat. Yang datang bukan
hanya orang-orang sehat, melainkan juga orang sakit, bahkan lumpuh
(ayat 3). Dan, si orang lumpuh sangat perlu bertemu Yesus! Di sinilah
timbul masalah. Sungguh tak mudah membawa seorang lumpuh untuk
menembus kerumunan dan bertemu Yesus. Kesulitan yang muncul memaksa
empat sahabat si lumpuh untuk berpikir dan mencari cara. Akhirnya,
mereka menemukan cara terbaik-meski tak biasa-yang dapat menolong
mereka mencapai tujuan. Mereka membuka atap dan menurunkan tilam
tempat si lumpuh berbaring.
Dalam kehidupan sehari-hari, acap kali kita menjumpai kesulitan.
Semua jalan tampaknya tertutup. Gelap dan suram. Apa yang Anda
lakukan? Marah? Tidak terima? Allah ingin kita bersikap cerdas saat
menghadapi kesulitan. Allah ingin kita mengelola hidup ini dengan
cara-cara yang kreatif. Allah dapat menolong kita menemukan cara-cara
yang tak biasa, agar dapat mengatasi kesulitan teratasi. Percayalah
bahwa Dia pasti memberi kita hikmat-Nya -MZ
KESULITAN TAKKAN TERATASI JIKA KITA HANYA MENGELUH
JADIKAN KESULITAN SEBAGAI SARANA UNTUK BERTUMBUH
|