Bacaan : Roma 10:9-15
Suatu hari Billy Graham sedang berada di dalam lift bersama sahabat
karibnya, Graeme Keith. Kemudian seseorang masuk dan segera mengenali
Billy Graham. "Maaf, Anda Billy Graham, bukan?" tanyanya. "Ya," jawab
Billy. Orang itu menunjukkan wajah kagum lalu berkata, "Wah, Anda
benar-benar orang besar!" Segera saja Billy Graham menjawab, "Bukan!
Saya bukan orang besar. Saya hanya punya sebuah berita besar!"
Billy Graham benar. Setiap orang percaya punya berita besar untuk
dibagikan. Isi berita itu singkat: Yesus adalah Tuhan. Siapa yang
percaya, akan diselamatkan. Berita ini bisa berdampak luar biasa bagi
si penerima berita. Ini menyangkut keselamatan kekalnya. Betapa
sayang jika ada orang yang binasa hanya karena tak seorang pun pernah
menyampaikan berita itu kepadanya.
Paulus hidup pada zaman ketika media massa belum ada. Satu-satunya
cara untuk menyampaikan berita penting adalah lewat seorang "pembawa
berita". Perannya sangat vital. Lidahnya "menyimpan" informasi
berharga. Jika ia hanya diam, masyarakat bisa dirugikan karena
kehilangan informasi penting. Tak heran, kedatangan seorang pembawa
berita sangat dinantikan.
Kini zaman sudah sangat maju. Orang bisa mendengar berita Injil lewat
berbagai media massa. Namun, pendekatan pribadi tetap perlu dilakukan
untuk meyakinkan orang pada berita besar tersebut. Berita itu harus
disampaikan dengan disertai sentuhan kasih Allah. Media massa tidak
dapat melakukannya. Namun Anda bisa. Itu sebabnya Allah ingin memakai
Anda menjadi pembawa berita-Nya -JTI
ALLAH MENGINGINKAN ANDA MENJADI PEMBAWA BERITA
KARENA CAHAYA KASIH-NYA TERCERMIN DI WAJAH ANDA
|