Bacaan : 2Korintus 5:11-15
Sudah 22 kali John Sala dipenjara; mulai dari kasus pencurian sampai
pembunuhan. Namun, perjumpaannya dengan seorang pendeta penjara
mengubah segalanya. John bertobat, menerima Kristus, dan bertumbuh.
Selama di bui, ia mengikuti kursus Alkitab tertulis. Ketika masa
tahanan selesai, ia keluar sambil sesumbar, "Saya tak akan kembali
lagi ke sini!" Namun, dugaannya keliru. Tuhan memanggilnya kembali ke
penjara, tetapi kali ini lewat pelayanan penjara Little Lambs. Ia
kembali bukan sebagai tahanan, melainkan sebagai hamba Tuhan-yang
memperkenalkan kasih Allah kepada ribuan narapidana.
Orang yang telah Tuhan selamatkan, tidak lagi hidup untuk diri
sendiri, tetapi untuk Tuhan. Itulah prinsip pelayanan Paulus. Dalam
jemaat Korintus, pelayanan Paulus disaingi oleh para guru palsu yang
memikat jemaat dengan memamerkan segala karunia dan kebolehan diri
mereka (ayat 12). Kelihatannya mereka melayani Tuhan, padahal mereka
melayani diri sendiri. Paulus tidak mau ikut-ikutan. Ia tak mau
membuktikan dirinya lebih hebat dengan tampil memikat. Pelayanannya
dikendalikan oleh kasih Kristus, bukan ambisi pribadi. Paulus tidak
mau mencuri kemuliaan Allah. Ia memandang dirinya sudah mati bagi
ambisi pribadi. Ia hidup hanya untuk melayani Yesus yang telah
menyelamatkan dirinya.
Banyak orang kristiani masih hidup untuk diri sendiri. Tak pernah
berpikir untuk melayani Tuhan. Kalaupun ikut dalam pelayanan
gerejawi, yang ditonjolkan adalah diri sendiri. Kita mesti belajar
mati bagi diri sendiri. Kita diselamatkan bukan untuk enak-enakan,
tetapi untuk melayani Tuhan -JTI
ORANG YANG DIPERHAMBA DIRI SENDIRI
TAK MUNGKIN BISA MENJADI HAMBA TUHAN
|