Bacaan : Matius 8:5-13
Dulu saya bersekolah di SD milik gereja. Mayoritas murid beragama
kristiani, namun suasananya tidak selalu "kristiani". Anak orang kaya
cenderung bergaul dengan yang "setara". Jika ada anak orang miskin di
antara mereka; maka ia hanya akan sering disuruh-suruh atau dijadikan
semacam bodyguard. Sementara itu saya, karena malas disuruh-suruh dan
tak berbakat jadi bodyguard, hanya bisa berteman dengan mereka yang
juga berkantong "tipis". Ya, orang cenderung aman dengan yang
"setara", sehingga tali kasih yang terjalin bukan kasih semesta!
Kasih semesta adalah kasih yang melampaui batas-batas sosial,
ekonomi, budaya, agama, dan "kotak-kotak" buatan manusia lainnya.
Yesus menunjukkan kasih-Nya yang semesta saat menyembuhkan hamba
seorang perwira di Kapernaum. Yang Dia tolong adalah hamba orang
Romawi. Ia orang Romawi-yang tentu tak karib dengan orang Yahudi,
masih pula statusnya hanya seorang hamba! Akan tetapi, dua "batasan"
ini tidak menghalangi Yesus untuk mengasihi dan menolong!
Bahkan sang perwira Romawi-tuan dari hamba yang sakit itu, juga
menunjukkan kasih semesta, kasih yang lintas batas. Ia memperjuangkan
kesembuhan orang yang berbeda status sosial dengannya (hamba). Kedua,
ia mengusahakan kesembuhan hambanya dengan memercayai bahwa Yesus
yang adalah orang Yahudi itu sangat berkuasa untuk menolong. Inilah
yang membuat Yesus heran sehingga berkata, "Iman sebesar ini tidak
pernah Aku jumpai pada seorang pun [bahkan] di antara orang Israel"
(ayat 10).
Kasih yang semesta menembus berbagai batas dan membuka banyak
kemungkinan tak terduga. Bagaimana kasih kita? -DKL
KASIH TUHAN LAKSANA MENTARI YANG DIMILIKI SEMUA ORANG
KIRANYA KASIHKU PUN TAK MEMILIH ORANG
|