Bacaan : 1Korintus 12:1-11
Saya pernah mendapat hadiah unik berupa lima ratus keping puzzle.
Tentu saja kado ini tidak siap pakai. Supaya bisa membentuk gambar
yang indah, saya harus menyusun lima ratus kepingan itu di tempat
yang tepat. Menyusunnya tidaklah mudah dan memakan waktu lama, sebab
setiap keping itu tampak serupa walau sesungguhnya masing-masing
unik. Baru setelah tersusun rapi, saya puas melihat gambar indah yang
terbentuk.
Roh Kudus memberi kita karunia. Kata "karunia" berarti kado atau
hadiah. Kado itu "tidak siap pakai". Roh Kudus sengaja memberi
karunia yang berbeda-beda kepada setiap orang; yang satu diberi
karunia bermain musik, yang lain diberi karunia mengajar, karunia
berorganisasi, karunia kemurahan hati, dan sebagainya. Tak seorang
pun punya karunia yang lengkap. Karunia itu tak dapat dipakai sendiri
karena ia diberikan "untuk kepentingan bersama" (ayat 7). Jadi,
setiap kita ini bagaikan sekeping puzzle. Tanpa orang lain, karunia
yang kita dapatkan menjadi sia-sia. Karunia-karunia itu baru
berfungsi ketika tiap-tiap orang mau hidup saling berbagi, saling
mengisi, dan saling melayani di tengah jemaat. Pada saat itulah,
jemaat akan disusun dengan rapi oleh Roh Kudus-dan membentuk gambar
Kristus yang indah.
Kita tak dapat memaksa Roh Kudus untuk memberi karunia tertentu. Dia
memberikannya "seperti yang dikehendaki-Nya" (ayat 11). Jadi,
bersyukurlah atas karunia yang kita miliki. Lebih penting lagi,
relakan diri untuk dibentuk dan ditempatkan Roh Kudus pada posisi
yang tepat dalam jemaat. Izinkan Dia menguasai hidup kita-dan hal
biasa pun bisa Dia buat menjadi luar biasa -JTI
KARUNIA ROH KUDUS TIDAK SIAP PAKAI
SAMPAI KITA MEMBERI DIRI DIPAKAI OLEH-NYA
|