Bacaan : Kejadian 6:13-22
Harimau Jawa adalah salah satu dari sekian spesies harimau yang
pernah hidup di Pulau Jawa. Namun sayang, pada tahun 1980-an spesies
ini dikabarkan telah punah. Para ahli lingkungan menduga kepunahan
binatang ini disebabkan oleh aktivitas manusia yang terus mendesak
habitat mereka. Kini, daftar binatang yang punah atau terancam punah
semakin panjang. Di antaranya harimau Sumatra, badak Jawa, jalak
Bali, orang utan, dan banyak lagi.
Hari ini kita membaca tentang bagaimana Allah marah kepada
ciptaan-Nya dan bermaksud mengakhiri hidup segala makhluk (ayat 13);
yakni dengan mendatangkan air bah (ayat 17). Walaupun demikian, di
tengah maksud itu pun Allah ingat untuk melakukan penyelamatan: Dia
memilih Nuh serta keluarganya untuk diselamatkan. Dia juga ingat
untuk menyelamatkan binatang-binatang, masing-masing sepasang. Apa
yang Dia sebut "sungguh amat baik" (Kejadian 1:31) terus ingin Dia
lestarikan.
Sebagaimana yang Allah lakukan, demikian pula kita. Kita mesti
sungguh-sungguh bertindak menyikapi krisis lingkungan hidup yang
tengah terjadi, khususnya dalam hal kepunahan berbagai jenis makhluk
hidup. Kita mesti turut menjaga kelestarian alam; antara lain dengan
tidak merusak cagar alam, tidak memburu binatang-binatang langka,
tidak membeli barang-barang-seperti obat-obatan, makanan, pakaian,
dan sebagainya-yang terbuat dari bagian tubuh binatang langka, atau
mendukung organisasi pelestarian lingkungan. Biarlah kita selalu
berusaha mengembalikan asrinya alam yang sejak mulanya Allah ciptakan
dengan "sungguh amat baik" -ALS
ALLAH MEMBERI ALAM SEBAGAI ANUGERAH BAGI BUMI
MARI JAGAI ANUGERAH ITU AGAR TETAP LESTARI
|