Bacaan : Kisah 2:22-24
Ia anak orang sederhana dan lahir di desa terpencil. Ia bertumbuh di
desa, di mana ia membantu sang ayah-si tukang kayu. Tiga tahun ia
menjadi pengkhotbah keliling. Tak punya kantor. Tak pernah menulis
buku. Tak pernah memiliki keluarga. Atau rumah.
Ia tak pernah belajar formal untuk meraih gelar tertentu. Ia tak
pernah ke luar negeri. Paling jauh ia pergi tak lebih dari 200 mil
dari tempat ia dilahirkan. Ia tak pernah mempromosikan diri atau
berusaha menjadi tenar. Ia tak punya surat kepercayaan selain
keberadaan dirinya sendiri. Ia penuh mukjizat, tetapi juga sangat
radikal dan berani melawan arus tradisi serta kebiasaan. Ia baru
berumur 33, ketika masyarakat menentangnya. Sahabat-sahabatnya
melarikan diri. Ia diserahkan kepada musuh-musuhnya dan harus mati di
kayu salib, di antara dua penjahat.
Dua puluh abad telah berlalu, tetapi hingga kini ia tetap menjadi
figur sentral dari sejarah umat manusia. Tokoh terbesar yang tak
surut sepanjang zaman. Dari semua tentara, presiden, ilmuwan,
politikus, ekonom, seniman, dan tokoh besar lain, belum pernah ada
yang memengaruhi umat manusia, sebesar pengaruh yang ia berikan.
Jika demikian, mengapa kita meragukan Yesus sebagai Tuhan yang mampu
menolong kita? Mengapa kadang kita lebih memercayai perkataan manusia
daripada perkataan-Nya? Tokoh terbesar itu selalu ada dan tetap ada,
bahkan begitu dekat dengan kita. Kita patut bangga memiliki Allah
seperti Dia. Izinkan Dia melakukan banyak hal di hidup kita, dan
miliki banyak pengalaman besar bersama-Nya. Yesus bukan hanya tokoh
historis, Dia Allah yang hidup! -PK
DARI RATUSAN TOKOH TERBESAR DI DUNIA INI
TAK PERNAH ADA YANG DAPAT MENYAMAI DIA
|