Bacaan : Lukas 17:5,6
Seberapa besar iman yang harus kita miliki? Bisa jadi inilah
pertanyaan yang mendorong para murid untuk meminta kepada Tuhan
Yesus, "Tambahkanlah iman kami!" Dan, jawaban yang mereka terima
sangat mengejutkan, "Sekiranya kamu mempunyai iman sekecil biji
sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Tercabutlah
engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu"
(Lukas 17:6).
Biji sesawi tergolong biji-bijian yang sangat kecil. Diameter biji
ini kurang lebih satu milimeter, bahkan ada yang lebih kecil dari
itu. Ada yang berwarna kekuningan, ada yang kecoklatan, ada juga yang
berwarna hitam. Begitu kecil ukuran biji sesawi ini, sehingga orang
bisa sangat sulit memegangnya. Dan biji sesawi yang sangat kecil ini
justru dijadikan "ukuran" oleh Tuhan untuk menunjukkan kekuatan iman
yang besar.
Iman melewati batas-batas perhitungan akal. Apa yang menurut akal
sulit, bahkan tidak mungkin, bisa terjadi di dalam iman. Tembok
Yerikho menjadi bukti betapa kekuatan iman mampu meruntuhkan tembok
(Yosua 6:1-27). Akal sehat kita tentu akan sangat sulit membayangkan
tembok yang kokoh dan kuat itu runtuh, tetapi iman memungkinkan
segala sesuatu terjadi.
Karena itu, jangan berkecil hati jika kita tengah menghadapi "jalan
buntu"; kesulitan dan hambatan bertumpuk di depan kita seolah-olah
mustahil dilampaui. Jangan undur. Tetaplah berpaut pada iman, sebab
di dalam iman selalu ada pengharapan akan adanya jalan keluar.
Kadang-kadang hal itu dapat terwujud dengan cara dan waktu yang sama
sekali tidak terduga. Sungguh -AYA
APA YANG TIDAK MUNGKIN BAGI AKAL
MUNGKIN BAGI IMAN
|