Bacaan : Matius 18:19,20
Suatu hari, telepon di gereja tempat Presiden Roosevelt beribadah
berdering. Si penelepon bertanya kepada sang pendeta, "Pak Pendeta,
apakah Presiden Roosevelt akan ikut kebaktian di gereja minggu ini?"
"Saya tidak bisa memastikan hal itu," ujar sang pendeta. "Namun, yang
pasti Allah hadir di sana. Dan, itu sudah sangat cukup untuk menarik
jemaat datang."
Dewasa ini, banyak artis kristiani sering diundang untuk melayani
dalam ibadah suatu gereja. Saat mereka melayani, tampaknya suasana
ibadah menjadi hidup dan semarak. Dan tampaknya jemaat mendapat
banyak "berkat". Namun jika tiba-tiba artis yang diundang batal
hadir, suasana ibadah seolah-olah menjadi mati, kering, membosankan,
dan jemaat pulang tanpa membawa "berkat". Kenyataan ini sungguh
menyedihkan, karena artis-artis rohani itu malah menjadi faktor
penentu dalam ibadah. Ini menandakan bahwa ada masalah; bukan pada si
artis, tetapi pada jemaat itu sendiri. Motivasi jemaat yang seperti
ini sudah bukan lagi hendak mencari Tuhan, tetapi seolah-olah datang
hendak "menyaksikan pertunjukan".
Jika motivasi kita murni untuk beribadah, kita tak perlu kecewa
apabila artis yang dijadwalkan hadir ternyata tidak jadi datang. Toh,
mereka ada atau tidak, Tuhan tetap hadir di sana (ayat 20). Sekalipun
tak ada artis rohani yang hadir, Tuhan tetap dapat melakukan sesuatu
dalam ibadah, melalui siapa saja. Mari kita luruskan lagi motivasi
kita dalam beribadah; yakni untuk mencari Tuhan, bukan siapa pun yang
lain. Pasti kita akan mendapat berkat dalam ibadah, siapa pun yang
melayani -PK
DALAM BERIBADAH
YANG TERPENTING ADALAH BERTEMU TUHAN,
BUKAN YANG LAIN
|