Bacaan : Ulangan 6:6-9, 20-25
Setelah multimiliuner J.P. Morgan (seorang pendiri General Electric)
meninggal, seluruh keluarga berkumpul untuk membuka wasiatnya. Orang
mengira sebagian besar isinya mengenai uang. Namun mereka salah.
Berikut petikannya: "Saya menyerahkan jiwa saya ke tangan Sang Juru
Selamat. Saya telah ditebus dan disucikan oleh darah-Nya, sehingga
Dia akan membawa jiwa saya tanpa cacat cela kepada Bapa surgawi.
Karena itu saya minta agar anak-anak terus mempertahankan dan
menjalankan pengajaran mengenai penebusan sempurna oleh darah Kristus
yang tercurah; dengan segala tantangan, risiko, maupun pengorbanan
pribadi yang menyertainya."
Kebanyakan orangtua berpikir keras hendak mewariskan sebanyak mungkin
uang bagi anak-anaknya. Namun, J.P. Morgan memberi kita pandangan
yang berbeda. Sebagai warisan terutama dan termahal, Morgan lebih
memilih mewariskan iman kepada Kristus bagi anak-anaknya. Segala
bentuk harta benda-sebaik apa pun kita menyimpannya, dapat habis dan
lenyap. Namun, iman kepada Kristus memberi hidup yang takkan layu.
Mari kita mulai mewariskan iman semacam ini kepada anak-anak kita,
mulai hari ini, yakni melalui pembicaraan yang berulang-ulang tentang
firman Tuhan (ayat 7). Tentang Kristus yang menanggung hukuman dosa
kita di kayu salib, agar kita memiliki hak untuk hidup kekal
bersama-Nya. Tentang bagaimana anak Tuhan belajar menaati dan
melakukan kehendak-Nya. Tentang cinta Allah yang nyata dalam
kehidupan masing-masing pribadi. Niscaya warisan itu akan menjadi
harta paling berharga, kapan pun anak-anak akan membuka surat wasiat
kita -AW
UANG DAN HARTA MEMANG BERGUNA DI DUNIA
NAMUN HANYA IMAN PADA KRISTUS YANG BERGUNA DI SURGA
|