Bacaan : Kisah Para Rasul 9:36-39
Bila ditanya tentang pelayanan yang paling berharga bagi Allah,
kebanyakan kita akan langsung berpikir tentang pelayanan gerejawi
yang biasa dilakukan; misalnya memimpin pujian, menyanyi dalam paduan
suara, penginjilan pribadi, pelawatan, dan sebagainya. Padahal,
sesungguhnya pelayanan yang dilakukan bagi Tuhan bisa lebih banyak
bentuk dan luas cakupannya.
Cerita tentang Dorkas membukakan wawasan kita tentang arti sebuah
pelayanan. Alkitab tidak terlalu banyak memberi keterangan mengenai
Dorkas. Ia hanya disebut sebagai seorang murid perempuan dari Yope,
yang memiliki nama lain Tabita (ayat 36). Namun, Alkitab mencatat
bahwa ia adalah wanita yang banyak berbuat baik dan memberi sedekah,
khususnya menjahit pakaian bagi para janda (ayat 39). Jika
dibandingkan dengan Petrus atau Paulus, nama Dorkas memang kurang
populer. Pekerjaan yang dilakukannya pun tak sehebat murid Yesus yang
lain. Namun, apa yang telah dilakukannya berharga bagi Allah.
Ya, inilah pelayanan yang berharga di mata Allah. Allah tidak menilai
pelayanan dari seberapa banyak pelayanan yang telah dilakukan, tetapi
dari sikap hati sang pelayan (1Samuel 16:7). Melayani Allah, sekecil
apa pun, bila diiringi motivasi untuk memuliakan Allah dan dilakukan
dengan tulus hati, maka pelayanan itu berharga bagi-Nya. Sebaliknya,
meski pelayanan kita tampak luar biasa tetapi tidak dilakukan dengan
tulus atau didasari motivasi memuliakan diri sendiri, maka hasilnya
tak akan berarti di hadapan Allah. Sudahkah pelayanan kita didasari
motivasi yang murni dan dikerjakan dengan tulus? -RY
PERBUATAN SEDERHANA YANG DILAKUKAN DENGAN TULUS
PASTI MENJADI BERKAT YANG BERHARGA
|