Bacaan : Matius 14:13-21
Kalau Anda hanya punya tabungan Rp3.300.000,00, maukah Anda
menyumbangkannya untuk orang lain? Elly Liligoli mau. Ia
mempergunakan seluruh uang yang ia miliki untuk membeli buku
pelajaran, alat tulis, dan kapur tulis untuk anak-anak Suku Rana di
pedalaman Pulau Buru, Provinsi Maluku. Semua itu berawal dari air
matanya yang mengucur ketika menyaksikan kenyataan bahwa ratusan anak
Suku Rana tak dapat mengenyam bangku sekolah, sehingga mereka tidak
dapat membaca, menulis, dan berhitung. Hati Elly tergerak oleh belas
kasihan.
Ia pun nekat membangun sekolah darurat dan harus berupaya keras
meyakinkan masyarakat yang telanjur apatis terhadap upaya pengadaan
pendidikan. Bahkan, Elly memberi dirinya menjadi guru pengajar dari
125 anak Suku Rana. Ia mengajar membaca, menulis, berhitung, bahasa
Indonesia, bahasa Inggris, dan mata pelajaran lain. Dari upaya yang
dirintis tahun 2001 itu, akhirnya ada 17 murid Sekolah Dasar Suku
Rana pertama yang lulus Ujian Akhir Nasional. Murid-murid itu pun
kemudian melanjutkan ke SMP.
Tentu kita juga pernah tergerak oleh belas kasihan ketika melihat,
mendengar, atau membaca pengalaman menyedihkan yang dialami orang
lain. Lalu kita bersimpati dan merasa iba. Alkitab juga kerap
mencatat bahwa Tuhan Yesus "tergerak hatinya oleh belas kasihan".
Bedanya, pada saat-saat demikian Yesus tidak hanya tergerak hati-Nya
tetapi juga bertindak secara praktis, yaitu menyembuhkan mereka yang
sakit (ayat 14). Ya, simpati yang diikuti tindakan sekecil apa pun
akan jauh lebih berarti daripada sekadar rasa kasihan -AYA
HATI YANG TERGERAK OLEH SIMPATI ITU MANUSIAWI
SIMPATI YANG DIIKUTI TINDAKAN ITU KRISTIANI
|