Bacaan : Yakobus 2:1-9
Dalam bukunya Blink, Malcolm Gladwell membuktikan bahwa kita sering
salah menilai orang. Misalnya, sebuah tim juri ingin memilih penyanyi
dengan suara terbaik. Ketika para calon penyanyi diminta menyanyi
dari balik tirai, juri bisa menilai dengan objektif berdasarkan
kualitas suara mereka. Namun, begitu tirai dibuka dan juri bisa
melihat penampilan fisik para penyanyi, hasil penilaian mereka pun
berbeda. Juri dipengaruhi oleh kesan pertama mereka terhadap
penampilan fisik para penyanyi.
Sadar atau tidak, kita sering memandang sesama berdasarkan penampilan
fisik. Yakobus mencontohkan, orang kaya yang berpenampilan mewah
kerap menerima perlakuan khusus, termasuk di gereja. Mereka
dihormati. Diberi tempat utama. Suaranya didengar. Sebaliknya tukang
parkir, sopir bus, atau kuli pelabuhan yang berpakaian kumal, kurang
dipandang. Mereka dianggap sepi dan direndahkan. Kebiasaan menilai
sesama hanya berdasarkan apa yang kelihatan bisa menyesatkan, bahkan
berdosa. Yakobus mengingatkan, orang miskin pun dapat dipilih Tuhan
untuk menjadi teladan iman (ayat 5). Sebaliknya, ada juga orang yang
tampak kaya tetapi berhati jahat dan menghujat Tuhan (ayat 6,7).
Jangan tertipu oleh kesan pertama.
Rupanya kita perlu belajar menilai orang lain tidak hanya dari kesan
dan penampilan fisik. Pandanglah setiap orang dengan kacamata kasih,
sebagaimana kita memandang diri sendiri (ayat 8). Hari ini, jika Anda
melihat seorang montir berpakaian dekil dengan wajah belepotan oli,
ingatlah: ia dicintai Tuhan. Pandanglah setiap orang dengan penuh
hormat -JTI
KEMULIAAN TUHAN BISA TAMPAK NYATA
DI BALIK WAJAH ORANG YANG PALING HINA
|