Bacaan : Roma 8:18-30
Saya pernah mendengar seorang tokoh mengatakan, \'Saya menyukai
Kristus, namun saya tidak suka pada orang-orang kristiani.
Orang-orang kristiani itu sangat tidak mirip dengan Kristus.\' Memang
begitu ya?" tanya saya kepada seorang teman.
"Yah, begitulah. Menjadi seperti Kristus memang berat. Beberapa kawan
non-kristiani berkomentar serupa. Kristus yes, orang kristiani no,"
jawab teman saya.
Kegagalan seperti itu bisa mematahkan semangat. Bisa juga malah
memberi dalih, membenarkan kegagalan kita dalam upaya meneladani
Kristus, membuat kita tidak bersungguh-sungguh mengikuti Dia. Kalau
toh itu mustahil, kenapa mesti dicoba juga? Demikian kita berpikir.
Nyatanya, firman Tuhan menunjukkan bahwa tujuan pembaruan hidup kita
tak lain agar kita semakin serupa dengan Kristus (ayat 29). Hanya,
kebanyakan dari kita salah berpikir dengan mengira hal itu harus
diusahakan dengan kekuatan sendiri. Tidak. Alkitab menegaskan, kita
hanya mungkin mengalami pembaruan jika mengandalkan kekuatan anugerah
Allah.
Dalam proses menjadi semakin serupa dengan Kristus, kita akan
menemukan jati diri dan tujuan hidup kita dalam rencana Tuhan. Dan
kita menempuh proses itu dengan menyimak dan menekuni firman,
memerhatikan kehidupan Yesus di bumi yang tercatat dalam Injil,
menjalin relasi yang akrab dengan-Nya, meminta kepenuhan Roh-Nya, dan
menjalankan pelayanan-Nya di dunia.
Memang, seperti kata teman saya, itu proses yang berat. Namun, tidak
berarti kita menyerah saja sebelum bertanding, bukan? Apalagi kita
tidak berjuang seorang diri! (ayat 28) -ARS
MENJADI SERUPA DENGAN KRISTUS BUKAN PERISTIWA SEKALI
JADI MELAINKAN PERJALANAN IMAN HARI DEMI HARI
|