Bacaan : 2Korintus 2:12-17
Durian adalah buah paling aneh. Rasanya nikmat, tetapi baunya busuk.
Jika ingin mencoba, tutup dulu hidungmu sebelum buahnya menyentuh
bibirmu." Begitu Mark Twain menulis tentang durian ketika ia
mengunjungi Asia Tenggara. Para pecinta durian pasti tidak
sependapat. Bagi kebanyakan kita, durian berbau harum! Aroma durian
bahkan dipakai untuk membuat es krim dan kue. Rupanya setiap orang
menilai bau secara berbeda. Apa yang berbau harum bagi seseorang,
bisa dianggap berbau busuk bagi orang lain.
Menurut Paulus, tiap-tiap orang kristiani juga menebarkan bau "parfum
Kristus". Di mana pun, bau "parfum pengenalan akan Kristus" itu
terpancar lewat sikap, kata-kata, dan tindak-tanduk kita. Hidup kita
adalah kesaksian. Namun, ini bukan berarti semua orang spontan akan
menyukai kita! Bagi yang mencintai Tuhan, kesaksian kita akan
dipandang sebagai "bau harum". Mereka suka berada di dekat kita.
Sebaliknya bagi yang menolak Tuhan, kesaksian kita dianggap sampah
"berbau busuk". Perlu dihindari. Tidak heran jika ada orang yang
membenci kita hanya karena kita beriman pada Kristus. Jika itu
terjadi, jangan lepaskan cara hidup kristiani hanya supaya disukai
semua orang. Paulus meminta kita tetap berbicara "sebagaimana
mestinya" (ayat 17).
Sudahkah "bau parfum" Kristus memancar semerbak dari cara hidup Anda?
Apakah orang-orang di sekitar Anda bisa mencium "aroma" Kristus yang
unik melalui kata dan kerja Anda? Ataukah Anda secara sengaja
menyingkirkan "parfum" Kristus itu karena malu atau takut orang-orang
mengenali Anda sebagai pengikut-Nya? -JTI
TIDAK ADA DURIAN YANG TAK BERBAU
TIDAK ADA ORANG KRISTIANI YANG TAK PUNYA PARFUM KRISTUS
|