Bacaan : Matius 18:21-35
Kobe Bryant adalah salah satu pemain basket terbaik di liga bola
basket Amerika Serikat (NBA). Ia banyak mendapatkan penghargaan atas
prestasinya, bahkan banyak gelar juara liga sudah ia persembahkan
bagi timnya. Namun pada tahun 2003, ia terlibat kasus pemerkosaan.
Akibat kasus itu, citranya hancur di depan banyak orang. Kemudian ia
meminta maaf secara terbuka kepada istrinya dan masyarakat. Sang
korban pun sudah mencabut tuntutannya, tetapi sebagian masyarakat tak
percaya ia sungguh-sungguh bertobat. Mereka tak memedulikan
permintaan maafnya. Bahkan ada yang lantas menjadi sinis.
Memang tidak mudah mengampuni orang lain yang pernah menyakiti kita.
Namun, bukankah kita juga orang-orang yang jahat dan berdosa di
mata-Nya? Yang menakjubkan, Allah selalu peduli dan menerima kita
kembali saat kita mau bertobat! Dia mengampuni dosa-dosa kita dan
kembali memberi kesempatan bertobat bila kita datang kepada-Nya (ayat
23-27). Karenanya, Dia menghendaki kita bersikap sama kepada orang
lain yang bersalah kepada kita, yakni mengampuni dan memberi
kesempatan orang lain untuk memperbaiki diri (ayat 32-34).
Bila kita sudah mengalami pengampunan Allah, kita pun harus
mengampuni orang lain. Suami atau istri yang pernah tidak setia pada
kita. Sahabat yang pernah memanfaatkan kita. Rekan kerja yang pernah
memfitnah kita. Kita dapat memulainya dengan memaafkan perbuatannya
secara pribadi di dalam hati kita. Kemudian kita berikan kesempatan
baginya untuk berubah. Semoga Allah memampukan kita untuk
melakukannya! -ALS
DAN AMPUNILAH KAMI AKAN KESALAHAN KAMI,
SEPERTI KAMI JUGA MENGAMPUNI ORANG
YANG BERSALAH KEPADA KAMI -MATIUS 6:12
|