Bacaan : 1Samuel 1:1-20
Setelah menikah hampir dua tahun, seorang istri akhirnya mengandung
anak pertamanya. Namun, dokter mendiagnosa kandungannya bermasalah.
Kemungkinan kelak anaknya akan lahir dengan "kelainan", kecuali
terjadi mukjizat. Kemudian ia dan suaminya tekun berdoa serta
berpuasa. Mereka memohon agar anak mereka lahir sehat walafiat.
Ketika tiba saatnya sang istri melahirkan, ternyata anaknya menderita
autis. "Kami sudah berusaha dan berdoa. Kalau Tuhan memberikan anak
ini dalam keadaan demikian, tentu Dia sudah mempertimbangkan yang
terbaik buat kami," kata mereka.
Suami istri itu kemudian tekun mempelajari segala hal tentang
autisme-lewat buku, majalah, internet, dan seminar, hingga mereka
menjadi banyak tahu tentang autisme. Mereka kerap diminta bersaksi di
gereja dan menjadi tempat bertanya bagi banyak pasangan yang memiliki
anak dengan "kebutuhan khusus". Mereka tak pernah menyesal anaknya
menderita autis.
Kelahiran anak adalah prakarsa Tuhan. Manusia boleh berencana dan
berusaha, tetapi Sang Penentu adalah Tuhan sendiri. Hana, istri
Elkana, bergumul keras untuk memperoleh keturunan. Tuhan kemudian
memenuhi permohonannya. Lahirlah Samuel, yang kelak menjadi salah
satu tokoh penting dalam Perjanjian Lama.
Tuhan memberikan anak dengan pertimbangan matang. Tidak mungkin Dia
memberikan anak dengan sembarangan. Tuhan pasti punya rencana yang
baik untuk setiap anak yang Dia izinkan lahir ke dalam dunia,
bagaimanapun keadaannya. Maka baiklah kita menyambut setiap anak yang
lahir dengan iman, dengan rasa syukur, dan dengan kasih sayang -AYA
SETIAP ANAK ADALAH TITIPAN DARI TUHAN
|